Percepat Target, 152 Titik Koperasi Merah Putih di Ponorogo Siap Dibangun

PONOROGO – Pembangunan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di Kabupaten Ponorogo terus bergerak secara progresif. Dari target  307 desa/kelurahan, hampir 50% atau 152 desa telah memiliki lahan yang siap dibangun.

Rabu, (10/12/25) menandai pembangunan koperasi merah putih, Plt. Bupati Ponorogo bersama Dandim 0802/Ponorogo dan forkopimda melakukan ground breaking di Lapangan Desa Ngraket, Kec. Balong. Peletakan batu pertama di Desa Ngraket sekaligus menandai titik ke-100 lahan yang akan dibangun koperasi merah putih.

Dandim 0802/Ponorogo, Letkol Arh Farauq Saputra mengatakan, 152 lahan yang tervalidasi telah tersebar di 21 kecamatan. Dengan kesiapan tertinggi di Kecamatan Bungkal 89% dan Balong 80%.

Sedangkan, 155 titik yang belum memenuhi syarat, terbanyak berada di Kecamatan Sawoo, Pudak, hingga Ngebel. Masing-masing masih memiliki satu lahan yang siap dibangun KDKMP.

Mengingat daerah tersebut mayoritas berada di pegunungan, Dandim 0802/Ponorogo terus berupaya berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan pemerintah desa untuk perizinan dan memetakan lahan yang strategis untuk pembangunan koperasi merah putih.

Sementara itu, sebanyak 155 titik lainnya masih belum memenuhi syarat. Mayoritas wilayah yang belum memenuhi syarat berada di kawasan pegunungan sehingga tantangan perizinan dan pemetaan lokasi menjadi lebih kompleks.

“Kami sudah rapat untuk menyelesaikan hambatan-hambatan yang tersisa. Semoga dengan sinergi yang sudah berjalan, target 307 titik bisa segera tercapai,” ujarnya.

Letkol Arh Farauq menargetkan pembangunan dapat rampung secara bertahap tahun depan. Sebanyak 30 titik diproyeksikan bisa diresmikan pada akhir Januari 2026, disusul titik lainnya setelah kesiapan lahan terpenuhi.

Plt. Bupati Ponorogo, Lisdyarita, menyatakan dukungan penuh terhadap pembangunan KDKMP. Ia menegaskan kesiapan pemerintah daerah dalam membantu administrasi dan perizinan, serta mengajak para kepala desa menyiapkan lahan yang strategis.

“Kita mengumpulkan semua camat, zoom dengan seluruh kepala desa/lurah. Saya juga ngobrol dengan Kemenhut untuk di beberapa daerah seperti Kec. Sawoo kebanyakan lahannya perhutani, nah nanti kita kerjasama pinjam pakai,” terannya.

Bunda Lisdyarita menjelaskan keberadaan KDKMP merupakan salah satu program Presiden Prabowo dalam upaya pengentasan kemiskinan. 

Selain layanan simpan pinjam, koperasi ini diharapkan menjadi pusat pengembangan usaha masyarakat. Warga juga dapat menjual hasil produksi dan mendapatkan kebutuhan dengan harga subsidi.

“Ayo kita semangat mendirikan KDKMP, pengentasan kemiskinan salah satunya ada disitu. KDKMP ini istilahnya Palugada, bisa menyediakan sembako, infrastruktur, juga ada dapur SPPG yang bisa disuplai dari koperasi ini.  Nah dari itulah, dari ekonomi yang ada di desa akan meningkat,” ujarnya.

Bagikan