Pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak konsisten menjadi fokus yang tak pernah diabaikan oleh Pemkab Ponorogo.
Plt. Bupati Ponorogo Bunda Lisdyarita bersama Forkopimda, perangkat daerah, serta organisasi perempuan dan anak di Ponorogo, menyambut Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Arifatul Choiri Fauzi di Pringitan Rumah Dinas Bupati Ponorogo, Sabtu (28/3/2026).
Dalam kesempatan tersebut, mereka duduk bersama membahas berbagai strategi dan langkah terbaik dalam upaya perlindungan perempuan dan anak.
Bunda Lisdyarita menyampaikan bahwa Pemkab Ponorogo terus berkomitmen menciptakan lingkungan yang aman dan berkeadilan bagi anak, sekaligus mendukung berbagai program peningkatan pemberdayaan perempuan.
Di antara program tersebut adalah pembentukan Tim Pusat Pembelajaran Keluarga (PUSPAGA). Di bawah naungan Dinas Sosial dan PPPA Ponorogo, PUSPAGA merupakan unit layanan terpadu satu pintu yang menyediakan informasi, edukasi, konsultasi, dan konseling.
Program ini, ungkap Bunda Lisdyarita, bertujuan membantu keluarga meningkatkan kualitas pengasuhan, mencegah berbagai permasalahan seperti kekerasan dan perkawinan anak, serta mewujudkan ketahanan keluarga dan kesetaraan gender.
Selain itu, Pemkab Ponorogo juga tengah proses membentuk Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) sebagai layanan pengaduan, penjangkauan, pengelolaan kasus, serta pendampingan bagi korban kekerasan terhadap perempuan dan anak.
“Pemberdayaan perempuan dan perlindungan akan selalu menjadi komitmen kami,” ucapnya.
Tak hanya dari pemerintah daerah, Bunda Lisdyarita juga menyebut berbagai organisasi turut mengambil peran sentral dalam mendukung program-program tersebut.
“Kami tidak pernah sendiri. Kami banyak dibantu teman-teman yang sangat peduli dengan pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak. Itu yang membuat Pemkab Ponorogo tetap konsisten melindungi perempuan dan anak Ponorogo,” jelasnya.
Sementara itu, Menteri PPPA Arifatul Choiri Fauzi menyampaikan bahwa kesadaran akan hak-hak perempuan dan anak perlu ditanamkan sejak dini. Berbagai tantangan seperti pernikahan dini, kekerasan dalam rumah tangga, perundungan, hingga pelecehan harus dicegah melalui kesadaran bersama.
Ia mengajak Pemkab dan seluruh organisasi di Ponorogo untuk bersinergi dalam menjaga hak-hak perempuan dan anak, serta memperkuat kelembagaan sebagai upaya meningkatkan pelayanan kepada masyarakat.
“Tidak ada lembaga yang bisa berjalan sendiri, semua harus saling mendukung dan berkolaborasi,” terangnya.
Dalam kunjungan tersebut, Menteri PPPA juga disambut meriah dengan penampilan Reog cilik dari Sanggar Tari Kawulo Bantarangin. Kelihaian anak-anak dalam memainkan kesenian khas Ponorogo itu membuatnya kagum hingga menikmati pertunjukan sampai usai.