Melayani bukan dilayani. Seorang ASN harus memiliki profesionalisme tinggi dan semangat pengabdian dengan senantiasa menduhulukan kepentingan umum dan negara daripada pribadi dan golongan.
Itulah pola pikir yang ditekankan Plt. Bupati Bunda Lisdyarita usai mengambil Sumpah/Janji dan menyerahkan SK Pegawai Negeri Sipil (PNS) di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Ponorogo tahun 2026 yang digelar di Gedung Sasana Praja Ponorogo, Selasa, (19/5/26).
“Dalam proses penyelenggaraan pemerintah dan pembangunan harus mampu mengantisipasi aspirasi dan tuntutan kebutuhan masyarakat, harus tertanam pola pikir bahwa ASN adalah pelayan masyarakat,” tegasnya.
Bunda Lidyarita mengatakan dengan status baru sebagai PNS, maka tanggung jawab dan tugas yang menunggu lebih besar. Ia meminta PNS untuk semakin meningkatkan kapasitas dan kinerjanya. Segera melakukan adaptasi, meningkatkan koordinasi, dan kerjasama untuk menjawab segala tantangan dan membangun Ponorogo yang lebih hebat.
“Demi suksesnya pembangunan di segala bidang, jangan segan meminta arahan kepada rekan dan atasan, lakukan kerjasama kordinasi yang baik dengan pihak lain-lain. Teruslah belajar, maka semua tugas yang kita emban akan semakin ringan dan bisa menjawab tantangan di era digitaslisasi saat ini,” terangnya.
Sementara itu, Sekretaris Badan Kepegawaian Dan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Ponorogo Suko Widodo memaparkan bahwa PNS yang diambil sumpahnya kali ini berjumlah 334 orang. Dengan perincian 303 PNS dari rekrutmen CPNS tahun 2024 dan sisanya PNS dari formasi STTD dan rekrutmen tahun-tahun sebelumnya.
Pada kesempatan tersebut, turut dirangkai dengan pelantikan jabatan fungsional dalam rangka implementasi penyederhanaan birokrasi, peningkatan profesionalisme, serta menciptakan karier yang lebih dinamis. Pelantikan pejabat fungsional yang diikuti PNS formasi umum dan STTD sebanyak 250 peserta dan PNS melalui perpindahan jabatan 12 peserta.