Setelah tiga kali berturut-turut meraih predikat Swasti Saba Wiwerda, tahun 2027, Ponorogo serius membidik Swastisaba Wistara, predikat tertinggi dalam penilaian Kabupaten/Kota Sehat (KKS).
Persiapan pun mulai dimatangkan sejak awal. Rapat Koordinasi Persiapan Pembinaan Kabupaten/Kota Sehat digelar di Ruang Bantarangin, Jumat (8/5/2026).
Dipimpin langsung oleh Plt. Bupati Bunda Lisdyarita, rapat diikuti seluruh staff teknis perangkat daerah dan forum kabupaten Ponorogo sehat (FKPS).
“Tahun ini merupakan tahun pembinaan oleh tim pembina provinsi. Ini menjadi momentum bagi kita untuk meningkatkan capaian kinerja kabupaten sebagai bekal meraih kembali Swasti Saba Wistara pada 2027,” ucap Bunda Lisdyarita.
Ia mendorong seluruh elemen memperkuat kerja sama dalam melengkapi indikator-indikator yang menjadi syarat penilaian.
Sedangkan, kepada Forum KKS, Bunda Lisdyarita meminta agar fungsi koordinasi dan pendampingan dijalankan lebih optimal.
Mulai dari sosialisasi program Kabupaten/Kota Sehat kepada masyarakat, pengumpulan data dan perumusan masalah, penyusunan perencanaan dan evaluasi kawasan terpilih, hingga penyusunan dokumen pelaksanaan Kabupaten Sehat.
Tak hanya forum KKS, tim teknis dari masing-masing organisasi perangkat daerah (OPD) juga diminta aktif berkontribusi.
Bunda Lisdyarita menginstruksikan seluruh perangkat daerah segera melakukan self assessment serta menginput capaian penyelenggaraan KKS tahun sebelumnya.
Selain itu, data capaian tahun 2026 juga harus mulai dimasukkan sebagai bahan penilaian Kabupaten/Kota Sehat 2027.
“Kita ingin membangun komitmen bersama terlebih dahulu. Kalau sudah komitmen, insyaallah harapan kita tercapai,” ujarnya.
Sebagai informasi, program penilaian Kabupaten/Kota Sehat merupakan agenda berkala pemerintah pusat yang digelar setiap dua tahun.
Penilaian ini bertujuan mendorong terciptanya lingkungan yang sehat, aman, bersih, dan nyaman bagi penduduk.
KKS sendiri mencakup sembilan indikator, yakni kehidupan masyarakat sehat mandiri, permukiman dan fasilitas umum, satuan pendidikan, pasar, perkantoran dan perindustrian, kawasan pariwisata, transportasi dan tertib lalu lintas, perlindungan sosial, serta penanggulangan bencana.