Kiai Ageng Muhammad Besari dan Tegalsari, Sumber Mata Air Pesantren Nusantara

Mata air pondok pesantren Nusantara itu dari Ponorogo. Di Bumi Reog, jejak awal pendidikan pesantren berkembang dan membentuk tradisi keilmuan yang bertahan hingga kini.

Kiai Ageng Muhammad Besari, ulama besar pendiri Pesantren Gebang Tinatar Tegalsari, sosok di baliknya.

Dari Tegalsari, mata air itu mengalir. Jaringan keilmuan, nasab, tradisi, nilai, dan etos spiritual menyebar ke segala penjuru Nusantara.

Haul ke-279 Kiai Ageng Muhammad Besari digelar, Sabtu, 2 Mei 2026, di Alun-alun Ponorogo. Ribuan jamaah memadati alun-alun Ponorogo bersama sejumlah kiai besar. 

Mereka berdoa, ngalap berkah, sekaligus menegaskan kesadaran untuk meneruskan warisan intelektual dan spiritual Tegalsari. 

Plt Bupati Ponorogo, Bunda Lisdyarita, dalam sambutannya menyampaikan bahwa Kiai Ageng Muhammad Besari adalah sumber nilai.

Menurut dia, tantangan generasi saat ini bukan hanya mengenang, melainkan juga merawat dan melanjutkan semangat perjuangan tersebut.

Spirit Tegalsari, imbuhnya, harus tetap hidup sebagai jangkar sekaligus panduan dalam membangun masa depan Ponorogo.

“Beliau selalu menyemai kebaikan dan mewariskan sesuatu yang besar bagi generasi berikutnya,” ujarnya.

Bagikan