Langkah besar menuju penyusunan data ekonomi yang akurat dan berkualitas dimulai. Plt. Bupati Bunda Lisdyarita secara resmi melepas petugas Sensus Ekonomi 2026 tingkat Kabupaten Ponorogo, pada Jum’at (19/6/26) di Pendopo Agung Ponorogo.
Selama 67 hari (15 Juni – 31 Agustus), sebanyak 1.319 petugas lapangan dikerahkan untuk mengumpulkan data di masing-masing wilayahnya. Secara door to door mereka mendatangi rumah, dan tempat usaha dari tingkat kecil, menengah, hingga besar.
Plt. Bupati Bunda Lisdyarita menyebut sensus ekonomi merupakan amanah besar untuk merekam perekonomian masyarakat Ponorogo. Dari data yang dikumpulkan itulah, akan menjadi dasar dalam penyusunan kebijakan dan arah pembangunan daerah.
Melihat pentingnya manfaat tersebut, Bunda Lisdyarita berpesan kepada petugas agar melaksanakan tugas dengan penuh dedikasi dan integritas. Ramah tamah dan disiplin juga penting diterapkan guna memastikan setiap warga tercatat dengan akurat.
“Harus disiplin, berintegritas, dan jangan lupa senyum. Ingatlah data yang kalian hasilkan akan menentukan arah pembangunan Ponorogo ke depan,” terangnya.
Kepada masyarakat, Bunda Lisdyarita mengingatkan untuk menerima petugas dengan baik dan menjawab pertanyaan dengan sebenar-benarnya. Sedangkan kepada para ASN, Camat, Kepala Desa, hingga Ketua RT dan RW, Bunda Lisdyarita meminta kolaborasi dan sinergi dalam mengawal pelaksanaan sensus ekonomi di wilayahnya.
Ia percaya dengan koordinasi bersama seluruh pihak, pelaksanaan sensus ekonomi dapat berjalan optimal demi mewujukan pembangunan Kabupaten Ponorogo yang lebih inklusif.
“Dengan semangat kebersamaan saya yakin sensus ekonomi 2026 akan menjadi tonggak penting mewujudkan Ponorogo yang kreatif, berdaya saing, dan semakin hebat,” ungkapnya.
Sementara itu, Ketua BPS Ponorogo Evy Tri Susanti menyebut pelaksanaan pengumpulan data dilakukan sesuai kondisi dan situasi koresponden, menggunakan 3 metode utama.
Yakni CAWI (Computer-Assisted Web Interviewing), pengisian data mandiri dengan mengisi kuesioner melalui laman web resmi, CAPI (Computer-Assisted Personal Interviewing), wawancara langsung dengan mendatangi rumah atau lokasi usaha, dan PAPI (Paper and Pencil Interviewing), wawancara dengan mencatat jawaban responden menggunakan kuesioner cetak.
Setiap petugas ditarget dapat mengumpulkan data di 12 KK atau tempat usaha setiap harinya. Sehingga, dalam waktu 3 bulan, target 939.158 item informasi di 7.678 RT dapat tercapai.
“Rata-rata muatan target per petugas itu 807,53 item sampai Agustus 2026 atau sekitar 7-8 RT per petugas, sehingga perhari petugas harus mendapatkan data di 12 KK atau tempat usaha,” terangnya.
Masyarakat dihimbau untuk tidak khawatir dalam pemberian data, sebab petugas telah mendapat pembekalan khusus untuk bekerja secara profesional dan menjaga kerahasiaan data koresponden.
“Seluruh kegiatan pendataan BPS ini memiliki jaminan kerahasiaan data yang dilindungi undang-undang no. 16 tahun 1997. Jadi masyarakat tidak perlu khawatir dan harap menjawab pertanyaan dengan jujur,” ujarnya.