Grebeg Tutup Suro Buktikan Estafet Seni Budaya Ponorogo Terus Berlanjut

Jika ingin menyaksikan regenerasi seniman Ponorogo yang tak pernah putus, maka rangkaian Grebeg Tutup Suro Bantarangin adalah waktu yang tepat.

Puncaknya tersaji dalam Malam Pesona Tutup Suro, Rabu (15/7/2026). Malam itu, para seniman muda Ponorogo menunjukkan kualitas dan semangat yang mereka miliki.

Mereka merupakan hasil pembinaan sanggar-sanggar seni serta lembaga pendidikan formal di Ponorogo. 

Berbagai pertunjukan ditampilkan, mulai dari vokal, Tari Jatil Cilik, Tari Wening Sukmo, penampilan Sanggar Tari Dhewi Karawungu, Tari Reog Ponorogo, Tari Tampah Bubrah, hingga Tari Pangiket Sinongkel.

Suguhan utamanya Tari Kolosal Sumebyar Mutiara Bantarangin. Puluhan penari bergerak serempak, menghadirkan perpaduan wiraga, wirasa, dan wirama. 

Koreografi tarian bukan hanya indah, namun juga membangun alur cerita tentang kejayaan dan kekayaan budaya Bantarangin.

Para penampil muda tersebut seolah melanjutkan jejak para seniman senior yang telah lebih dahulu mengabdikan diri untuk seni dan budaya Ponorogo. 

Di sela pertunjukan, Pemerintah Kabupaten Ponorogo memberikan penghargaan kepada sejumlah seniman senior sebagai bentuk apresiasi atas konsistensi dan kontribusi mereka dalam menjaga serta melestarikan seni budaya selama bertahun-tahun.

Plt Bupati Ponorogo, Bunda Lisdyarita, tak bisa menutupi rasa bangganya. Menurutnya, kemunculan para penari dan pelaku seni muda menunjukkan bahwa estafet kebudayaan berjalan dengan baik. 

“Terima kasih atas dedikasi para budayawan dan pelaku seni yang terus melestarikan budaya Ponorogo. Regenerasi yang kita saksikan malam ini menjadi harapan besar agar warisan budaya tetap hidup dan berkembang di masa mendatang,” ujarnya.

Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat menguatkan posisi budaya sebagai kekuatan pembangunan. 

Baginya, seni-budaya tidak hanya menjadi identitas dan kebanggaan masyarakat Ponorogo, tetapi juga harus mampu menggerakkan sektor pariwisata, ekonomi kreatif, yang berdampak pada peningkatan kesejahteraan masyarakat.

“Mari jaga budaya, kembangkan budaya, dan bangun Ponorogo,” pungkasnya.

Bagikan