
Bupati Ponorogo Sugiri Sancoko menyampaikan akan melakukan koordinasi secepat mungkin untuk memperbaiki dan memperkuat struktur tebing di area longsor di Desa Temon, Kecamatan Ngrayun yang mengakibatkan rusaknya 2 ruang kelas SDN 3 Temon.

“Ini akan dibenahi, tidak direlokasi. Menurut kawan-kawan teknik, ini masih layak tanahnya. Hanya butuh perbaikan di-cor gitu, sehingga bisa teratasi,” tutur Kang Giri ketika ditemui di sela-sela meninjau secara langsung lokasi kejadian, Senin (6/12/2021).
“Kami datang komplit, ada Kepala PU, Dinas Pendidikan, BPBD, Camat, Danramil, dan Kapolsek biar ada kesepahaman segera dituntaskan,” imbuhnya.
Kang Giri juga menginformasikan, untuk sementara 83 siswa SDN 3 Temon belajar di ruang kelas darurat di area bangunan yang tidak terdampak longsor dengan sistem shifting.
“Ya karena darurat, gedung yang sudah ada dipakai dulu, misalnya kantor. Agar proses belajar mengajar biar tidak terganggu,” ucapnya.
Sebagai informasi, Jumat (2/12/2021) pukul 13.10 WIB plengsengan dengan panjang 20 meter, tinggi 6 meter, dan lebar 5 meter longsor dan material longsor menimpa area bangunan bagian bawah SDN 3 Desa Temon, Kecamatan Ngrayun. Akibat kejadian ini 2 ruang kelas mengalami rusak berat. Diduga kejadian ini akibat tanah labil setelah hujan selama 2 jam dengan intensitas sedang pada Kamis (2/12/2021).
Seperti diceritakan Sucipto, Kepala Sekolah SDN 3 Temon, pada saat kejadian, siswa sudah pulang ke rumah. Di Sekolah tinggal guru dan pegawai administrasi yang berada di area bangunan atas (tidak terdampak longsor). (NK/SP)