Bakti Sosial TP PKK Terus Berlanjut, Giliran Lima Desa di Kecamatan Kauman Menjadi Sasaran.

Kegiatan Bakti Sosial Tim Penggerak Pemberdaya Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) kembali berlanjut. Kali ini (Rabu, 16/3/2022) Bakti Sosial penyaluran sembako dilakukan di Desa Semanding, Desa Tosanan, Desa Nongkodono, Desa Tegalombo dan Desa Sukosari Kecamatan Kauman.

Penyaluran sembako diberikan kepada 25 warga yang kurang mampu. Dalam sambutannya, Ibu Susilowati Sugiri berharap sembako tersebut dapat bermanfaat bagi penerima.

“Kami dari TP PKK kabupaten rencananya setiap tahun memang mengadakan bakti sosial untuk mbah uti mbah kakung yang secara fisik sudah tidak bisa bekerja. Mudah-mudahan bermanfaat walaupun sedikit tapi rutin mudah-mudahan dapat membantu”, ungkap Ketua TP PKK Kabupaten Ibu Susilowati.

Selain penyaluran sembako, program Bhakti Sosial digunakan sosialisasi penggunaan dana RT dan sosialisasi pencegahan dan penanganan stunting.

Kang Bupati Sugiri Sancoko menyampaikan program dana 10 juta/RT untuk setiap RT menjadi pemantik gotong-royong pembangunan Ponorogo dari lingkup yang paling kecil.

Lebih lanjut, Kang Bupati menyampaikan Dana RT tersebut diperuntukkan untuk pembuatan biopori sebagai sumber air cadangan ketika musim kemarau dan penampung ketika musim hujan, pengadaan WiFi setiap RT sehingga tidak ada sejengkal tanah pun di Ponorogo yang tidak ada sinyal, pengelolaan sampah di tingkat RT, inventarisasi data kependudukan by name by problem, penanaman bunga, stimulus pemberdayaan ekonomi ibu-ibu, Jaminan Sosial untuk Ketua RT, Bendahara RT dan Sekretaris RT serta insentif Ketua RT, Sekretaris RT, dan Bendahara RT.

Sedangkan sosialisasi stunting disampaikan oleh Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (PP dan KB) Harjono. Menurut penjelasan Harjono stunting merupakan kondisi gagal tumbuh pada anak akibat kekurangan gizi kronis. Stunting mengakibatkan tubuh anak lebih pendek dari anak normal dan intelektual dibawah rata-rata.

Harjono menambahkan penyebab utama dari stunting adalah faktor dari ibu. Mulai dari ibu yang mengalami kekurangan gizi, ibu yang menikah dibawah 20 tahun dan ibu yang hamil di atas 35 tahun, jarak kehamilan yang dekat dan ibu yang melahirkan terlalu sering juga bisa menyebabkan anak stunting.

Pencegahan dapat dimulai dengan pemberian gizi yang cukup pada ibu hamil mulai saat dinyatakan positif hamil hingga anak umur dua tahun. Perbaikan gizi dapat dilakukan dengan mengonsumsi makanan seperti ikan, daging, sayur, tahu, tempe dan makanan yang mengandung berprotein lainnya. Lalu, memastikan ibu hamil periksa kandungan minimal empat kali ke fasilitas kesehatan.

Saat bayi berumur kurang dari enam bulan tidak boleh diberikan makanan tambahan apapun selain ASI. Ibu juga dianjurkan untuk melakukan KB pasca melahirkan. Selanjutnya, anak harus diimunisasi dasar lengkap di Posyandu.

Bagikan