Program Berkelanjutan untuk Kejar Target Prevalensi Stunting Angka 4 Persen

Komitmen mencegah dan menurunkan angka stunting di Kabupaten Ponorogo terus dikuatkan. Kali ini, Senin (27/5/24), bertajuk “Rembug Stunting”, komitmen itu ditandai dengan deklarasi bersama.

Berlangsung di Aula Lt.3 Hotel Gajah Mada, deklarasi itu ditandatangani oleh Kang Bupati Sugiri Sancoko, Sekretaris Daerah, Kapolres, perwakilan Kodim, Perangkat Daerah, perwakilan TP-PKK Ponorogo, Nahdlatul Ulama, Muhammadiyah, Rektor, Ikatan Dokter Indonesia Cabang Ponorogo, camat dan berbagai stekholder lainnya.

Kang Bupati Sugiri menyebut melalui komitmen ini, kolaborasi dan kerja nyata menjadi poin penting pencegahan dan percepatan penurunan stunting di Kabupaten Ponorogo.

“Semua diundang baik NU, Muhammadiyah, camat, semua unsur kita ajak bersama, bahwa menyelamatkan generasi penerus kualitasnya dimulai dari hal terkecil dan terdini mungkin yaitu bagaimana menghadapi stunting,” ujar Kang Bupati Sugiri.

Meskipun angka stunting di Ponorogo terus menurun setiap tahunnya, Kang Bupati Sugiri tak berpuas diri. Pihaknya terus menekankan bahwa stunting harus ditekan sejak dini dan menyeluruh.

“Hari ini kita sudah 9,3 persen berdasarkan bulan timbang, saya inginnya tahun ini paling tidak 4 atau 5 persen. Bayi yang lahir harus bergizi, utamanya kebersihannya. Dimulai dari pernikahan dini harus tidak ada, ketika menjadi ibu yang melanjutkan generasi maka umurnya harus pas,” tambahnya.

Terkait dengan upaya tersebut, Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Ponorogo Henry Indra Wardhana menyebut, berbagai program pencegahan stunting di Kabupaten Ponorogo konsisten dijalankan.

Mulai dari dibentuknya Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS), pemberian vitamin zat besi kepada siswa untuk mengurangi anemia, hadirnya Duta Genre yang membantu mengedukasi remaja tentang perencanaan masa depan yang baik, dan skrining kesehatan melalui Elektronik Siap Nikah dan Hamil (elsimil) sebelum pasangan calon pengantin menikah.

Tak hanya itu, di setiap desa ada Tim Pendamping Keluarga (TPK) yang mendampingi ibu hamil untuk mendapatkan pelayanan kehamilan secara berkala. Pun setelah bayi itu lahir Kang Bupati Sugiri menginisiasi program Sekolah Orang Tua Hebat (SOTH) sebagai sarana edukasi mengasuh anak dengan baik.

“Bupati mengeluarkan surat edaran agar setiap desa/kelurahan melaksanakan sekolah orang tua hebat, ini ada 13 modul bagaimana pengasuhan anak sejak dini termasuk salah satunya peran bapak dalam mengasuh anak. Jadi keluarga itu penting sekali tidak hanya ibu,” ungkapnya.

Bagikan