Dengan anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) di bawah Rp2,5 triliun, Pemkab Ponorogo membutuhkan kerja ekstra untuk menuntaskan PR pembangunan.
Hantaman Pandemi COVID-19 dan penyelenggaran pemilu – pilkada 2024 cukup menyita anggaran dan menambah beban berat itu .
Situasi ini membuat Kang Bupati Sugiri Sancoko harus memutar otak memanfaatkan anggaran yang ada dan mencari sumber pendanaan lainnya.
Kolaborasi dengan pihak lain didorong Kang Bupati dari awal ia menjabat. Dari kolaborasi ini sejumlah pembangunan dilakukan, utamanya infrastruktur.
“Kemarin ada bedah rumah, ada 120 rumah stimulan untuk swadaya di Slahung, di Selur, di Crabak dan lainnya. Ini penting termasuk mengatasi stunting, sanitasi dan sebagainya. Sebelumnya jalan inpres, jembatan gantung, dan Kotaku dibantu Pak Ali Mufthi,” terang Kang Bupati Sugiri bersama anggota DPR RI Ali Mufthi ketika menjadi narasumber talkshow “Membaca Ponorogo dari Perspektif Kepemimpinan” di Dermaga Telaga Ngebel, Kamis (13/6/24).

Ke depan, ia berharap kerjasama itu dapat terus terjalin. Sehingga percepatan pembangunan di Kabupaten Ponorogo akan semakin luas.
“Kita sebentar lagi merumuskan Ngrayun, Sawoo jalannya masih berantakan maka kita cari solusi percepatannya. Inpres jalan daerah yang kita bangun di Ngebel, Semanding Jenangan, nanti kita copy paste di beberapa kecamatan yang butuh percepatan,” ujar Kang Bupati.