Akses layanan Kesehatan di sepanjang siklus hidup dari janin hingga tua di Kabupaten Ponorogo bakal semakin baik.
Itu setelah Pemkab Ponorogo mulai mengintegrasikan layanan Kesehatan primer yang melibatkan seluruh fasilitas Kesehatan tingkat pertama, mulai dari puskesmas, puskesmas pembantu, posyandu hingga klinik.
Integrasi Layanan Primer (ILP) itu secara resmi diluncurkan Kang Bupati Sugiri Sancoko dan Wakil Bupati Bunda Lisdyarita, Senin (9/9/24), di Gedung Sasana Praja Ponorogo.
Kepala Dinas Kesehatan Ponorogo Dyah Ayu Puspitaningaeri mengatakan untuk tahun 2024 ini program ILP melibatkan 31 puskesmas, 29 pustu, 2 ponkesdes dan posyandu di 39 desa di Kota Reog.
ILP, jelasnya, bakal menyasar seluruh siklus kehidupan dari janin sampai lansia yang memberikan layanan Kesehatan mulai dari promotif, preventif, kuratif, rehabilitatif, hingga paliatif.
“Dari 1.134 Posyandu, 147 sudah ILP. Kita manfaatkan digitalisasi sehingga terkoordinasi menjadi satu. Ini terus kita dorong dari semua Posyandu agar bisa ILP”, ucap Dyah.
Kang Bupati Sugiri Sancoko berharap ILP bisa segera diterapkan di seluruh fasilitas Kesehatan tingkat pertama di Kota Reog. Dengan layanan terintegrasi itu, ia yakin tidak hanya mempermudah akses, kualitas layanan Kesehatan primer bagi masyarakat pun akan semakin baik.
“Dalam upaya bagaimana agar generasi penerus semakin berkualitas maka integrasi pelayanan primer itu penting,” ungkapnya.