Dalam upaya mendorong pertumbuhan ekonomi daerah, ibarat kendaraan pemerintah sebagai roda depan yang mengarahkan kebijakan dan regulasi, sementara para pengusaha berperan sebagai roda belakang yang memberikan tenaga agar ekonomi daerah bergerak maju.
Karena itu, Kang Bupati Sugiri Sancoko menegaskan pentingnya sinergi antara pemerintah dan dunia usaha agar kebijakan yang diterapkan dapat berjalan selaras.
Hal ini disampaikannya saat menghadiri pelantikan pengurus Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kabupaten Ponorogo periode 2024-2029 di Pendopo Agung Kabupaten Ponorogo, Senin (10/3/2025).
“Setelah ini saya minta rakor agar apa yang dilakukan nyambung dengan pemerintah. Tugasnya adalah bagaimana menggerakkan perekonomian,” ujar Kang Bupati Sugiri Sancoko.
Pemkab Ponorogo saat ini tengah berfokus pada pengembangan sektor pariwisata berbasis budaya sebagai strategi utama untuk menggerakkan ekonomi daerah.

Menurut Kang Bupati, sektor ini menjadi pilihan yang paling tepat setelah mempertimbangkan potensi, kelebihan, kelemahan, dan tantangan yang dimiliki Ponorogo.
“Kita siapkan ekosistemnya. Kalau mengandalkan industri tidak mungkin. Karena itu, dengan warisan nenek moyang yang kita miliki, kita menyiapkan diri menjadi kota wisata berbasis budaya,” tegasnya.
Senada dengan hal tersebut, Ketua Kadin Ponorogo Ramsa Rolanda menyampaikan dukungannya terhadap visi pemerintah daerah dalam mengembangkan ekosistem pariwisata berbasis budaya.
Menurutnya, Ponorogo memiliki potensi wisata yang besar, terutama dengan keberadaan Reog Ponorogo.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada Pak Bupati yang telah mengembangkan ekonomi Ponorogo dengan mengedepankan lokalitasnya,” ujar Ramsa.
Sebagai bentuk dukungan nyata, Kadin Ponorogo telah menyiapkan konsep smart tourism integration, sebuah model pengelolaan wisata berbasis teknologi.
Model ini akan mengintegrasikan berbagai aspek wisata, mulai dari informasi lokasi wisata, peta dan rute perjalanan, UMKM unggulan daerah wisata, hingga transportasi dan biaya perjalanan dengan memanfaatkan teknologi.
“Dengan model ini, diharapkan wisatawan akan mendapatkan pengalaman yang berkesan sehingga tertarik untuk kembali berkunjung ke Ponorogo,” tambah Ramsa.