Pertanian Hebat masih menjadi salah satu program unggulan dalam nawa dharma nyata Kang Bupati Sugiri Sancoko untuk membangun Ponorogo lima tahun ke depan.
Mendorong misi itu, Pemkab Ponorogo melalui TP-PKK Kab. Ponorogo menggelar Pelatihan Ekosistem Farm yang digelar di area Rumah Keprabon Mertua Kang Bupati di Desa Bajang, Kec. Balong, Sabtu (19/4/25).
Mengusung tema “Petani Membangun Peradaban Bangsa” pelatihan ini dibuka langsung oleh Kang Bupati Sugiri dan diikuti Ketua Gapoktan se-Kab Ponorogo, ketua TP-PKK se-Kabupaten Ponorogo, Muslimat, Banser, serta para pemuda.
Tak kaleng-kaleng, pemateri dalam pelatihan ini adalah Bayu Diningrat, seorang praktisi juga influencer yang sukses di bidang pertanian.

Sebagai wilayah agraris yang memiliki potensi besar di bidang pertanian, Kang Bupati Sugiri Sancoko dalam sambutannya menyebut, pentingnya meningkatkan kapasitas pelaku dan semua unsur pertanian Ponorogo.
“Kami sadar Ponorogo ini Kabupaten agraris yang dikaruniai Allah tanah yang subur. Tetapi Ponorogo dikelilingi gunung yang bukan milik kita lalu dibelah sungai dan sungai itu bukan milik kita. Sehingga butuh ekosistem penggerak pertanian agar semua unsur bergerak dengan baik,” ujarnya.
Dengan bergeraknya semua unsur pertanian, Kang Bupati Sugiri ingin pertanian menjadi pelecut perekonomian Ponorogo. Sekaligus, mampu mendukung program Makan bergizi Gratis (MBG) yang dicanangkan Presiden Prabowo.
“Saya ingin pertanian benar-benar menjadi pelecut ekonomi, karena dalam PDRB kontribusi pertanian besar banget hampir 26 persen ekonomi kita ditopang pertanian,” ungkapnya.
“Apalagi kita menyongsong program presiden ada MBG. Ponorogo ada kisaran 72 dapur MBG, lalu tiap dapur butuh kangkung, beras, ayam, lele dan lainnya. Tiap hari per dapur minimal 3 ribu porsi maka akan umek luar biasa,” tambahnya.
Selain pelatihan, berbagai upaya pun tengah digencarkan Kang Bupati Sugiri Sancoko untuk menguatkan sektor pertanian. Mulai dari pembangunan sumur atau irigasi air tanah dalam (IATD) di berbagai wilayah, fasilitas mesin Dos untuk panen padi, program listrik masuk sawah, hingga tak kalah penting inisiasi penggunaan pupuk organik.
“Kami menginisiasi petani nanem dengan cara murah dan hasilnya tinggi maka mari kita hijrah ke kabupaten organik. Saya ingin 25 ribu sawah kita dari 34 ribu tahun 2030 harus sudah menjadi sawah organik. Maka semua unsur bergerak,” terangnya.
Senada dengan hal tersebut, Bayu Diningrat dalam paparannya mengatakan pentingnya menjadi petani yang bertanggung jawab terhadap lahannya.
Penggunaan pupuk organik, ditekankannya, menjadi salah satu solusi menghadirkan sumber pangan yang sehat sekaligus bernilai jual tinggi.
“Kami menyingkat, TANI itu adalah tawakal, amanah, niat, ibadah. Saya ingin keluarga saya sehat, saya ingin generasi kedepan sehat. Maka harus beralih dari pupuk kimia ke pupuk organik,” ungkapnya.
Dalam materinya, Bayu pun menjelaskan cara membuat pupuk organik dari sisa limbah rumah tangga dan kotoran hewan. Serta menjawab berbagai hambatan yang sering dihadapi para petani.
Sementara itu, Ketua TP PKK Kab. Ponorogo berharap hadirnya pelatihan ini mampu menambah pengetahuan para petani. Sehingga petani mampu meningkatkan kualitasnya dan berdaya saing.
“Mudah-mudahan kita mendapat ilmu dari Pak Bayu dan kita aplikasikan bersama nanti bersama di lapangan,” harapnya.