32 Event Bakal Meriahkan Grebeg Suro 2025

PONOROGO – Gelaran akbar Grebeg Suro 2025 tinggal menghitung hari. Berbagai persiapan terus dimatangkan oleh panitia pelaksana bersama seluruh elemen pendukung acara.

Untuk memastikan kesiapan penyelenggaraan festival budaya kebanggaan Bumi Reog ini, Kang Bupati Sugiri Sancoko memimpin langsung Rapat Panitia Besar di Gedung KORPRI Ponorogo, Kamis (5/6/2025).

Kepala Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga (Disbudparpora), Judha Slamet Sarwo Edi, mengungkapkan bahwa tahun ini Grebeg Suro akan dimeriahkan oleh 32 event mulai dari seni, budaya, komunitas, hobi, hingga religi.

“Jumlah peserta Festival Reog juga meningkat dibanding tahun sebelumnya. Ini menunjukkan antusiasme luar biasa dari masyarakat dan para pelaku seni,” ujar Judha.

Grebeg Suro 2025 juga akan menghadirkan pembukaan yang lebih istimewa. Mengusung kolaborasi antara seni tradisional dan teknologi modern, pembukaan Grebeg Suro akan menampilkan pertunjukan video mapping di panggung utama Alun-alun Ponorogo. Visual digital tersebut akan diproyeksikan ke latar putih panggung sebagai media kanvasnya.

“Grebeg Suro tetap berakar pada tradisi, namun kami ingin menyajikannya dengan kemasan yang lebih kekinian. Tata warna dan skema visual futuristik menjadi simbol semangat kita dalam memperbarui tradisi,” jelas Judha.

Dari sisi pendanaan, dengan nilai jual yang tinggi, dari kebutuhan total anggaran mencapai Rp5,7 miliar, Pemkab hanya menyediakan Rp350 juta. Selebihnya dipenuhi melalui dukungan sponsor.

“Dengan dana APBD hanya Rp350 juta, banyak event organizer yang berminat. Alhamdulillah, kami memilih yang paling sesuai secara visi, yaitu ‘Menjaga Bumi’ dari Bandung. Mereka siap mendukung pelaksanaan 32 side event, bahkan mungkin lebih,” ungkapnya.

Kang Bupati Sugiri Sancoko menegaskan bahwa dengan nama besar dan potensi yang dimiliki, Grebeg Suro 2025 harus sukses digelar.

“Anggaran yang terbatas bukan alasan untuk menurunkan kualitas. Acara ini harus tetap ditampilkan secara menarik dan profesional. Kepala dinas harus mampu mengelaborasi program, bukan sekadar membelanjakan anggaran,” tegas Kang Bupati.

Ia berharap, kesuksesan Grebeg Suro 2025 dapat menjadi batu loncatan untuk mengantarkan Ponorogo masuk dalam UNESCO Creative Cities Network (UCCN), menyusul kesuksesan Reog Ponorogo ditetapkan sebagai Warisan Budaya Takbenda (ICH) oleh UNESCO.

“Semangat kita sekarang berbeda. Ini momentum besar. Setelah Reog diakui UNESCO, Grebeg Suro bisa menjadi pintu menuju UCCN. Jika keduanya tercapai, Ponorogo akan semakin bersinar di kancah dunia sebagai Kota Reog,” pungkasnya.

Bagikan