Usai Dibentuk, Orda ICMI Ponorogo Langsung Teken MoU Penguatan Ekosistem UMKM

Memiliki rekam jejak sebagai wadah pemersatu sekaligus penggerak intelektual di tingkat nasional, Ikatan Cendekiawan Muslim se-Indonesia (ICMI) kini resmi terbentuk di Bumi Reog.

Jajaran Dewan Penasihat dan Pengurus Organisasi Daerah (Orda) ICMI Ponorogo dikukuhkan di Pendopo Agung Kabupaten Ponorogo, Minggu (19/7/2026).

Tak menunggu lama, Orda ICMI Ponorogo langsung menetapkan arah kontribusinya bagi pembangunan di Bumi Reog.

Komitmen tersebut ditandai dengan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) antara Plt Bupati Ponorogo, Bunda Lisdyarita, dan Ketua Orda ICMI Ponorogo, Fajar Pramono tentang pembangun ekosistem UMKM yang berkelanjutan.

Implementasi kerja sama mencakup pengembangan riset terapan dan inovasi, pemberdayaan UMKM, penguatan ekonomi desa, peningkatan kualitas sumber daya manusia, serta pengabdian kepada masyarakat. 

Seluruh program akan dijalankan melalui kolaborasi antara pemerintah daerah, perguruan tinggi, dunia usaha, dan komunitas.

Dukungan para intelektual dari berbagai perguruan tinggi dan disiplin ilmu pun disambut baik oleh Lisdyarita. 

Menurutnya, berbagai potensi yang dimiliki Ponorogo akan semakin optimal apabila mendapat sentuhan pemikiran, riset, dan inovasi dari kalangan intelektual.

“Saya mengajak kita semua untuk terus menjaga semangat persatuan, memperkuat moderasi beragama, serta melahirkan program-program yang benar-benar bermanfaat bagi masyarakat,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Orda ICMI Ponorogo, Fajar Pramono, menyatakan bahwa organisasi yang dipimpinnya ingin menghadirkan ekosistem yang mempertemukan ilmu pengetahuan, nilai-nilai keislaman, kebijakan publik, dan kewirausahaan.

Ia menegaskan, sektor ekonomi dan UMKM menjadi salah satu prioritas utama. ICMI akan menghadirkan pendampingan berbasis ilmu pengetahuan dan teknologi, memperluas jejaring, serta mendorong inovasi agar pelaku UMKM mampu naik kelas dan memiliki daya saing yang lebih kuat.

“Kami ingin para cendekiawan hadir di tengah masyarakat, membersamai para petani, guru, santri, birokrat, dan pelaku UMKM,” tegas Fajar.

Bagikan