PONOROGO – Popularitas olahraga tinju yang pernah mencapai masa puncaknya di Indonesia pada era 90 – 2000, kini mulai dihidupkan kembali.
Salah satu ajang yang ingin mengambil peran dalam kebangkitan ini adalah Ring Tarkam, yang kini telah memasuki gelaran ketiganya.
Diselenggarakan di Alun-Alun Ponorogo, Sabtu (26/7/2026), Ring Tarkam Volume 3 berhasil menarik antusiasme tinggi dari masyarakat, baik dari kalangan penonton maupun para petinju yang bertanding.
Dengan mengambil segmen petinju dari kalangan mahasiswa, Ring Tarkam mencoba mendongkrak popularitas tinju di kalangan anak muda.
Namun tidak hanya mahasiswa yang tampil, ajang ini juga melibatkan influencer serta petinju profesional.
Puncaknya, pertandingan bergengsi memperebutkan WBC Asia Silver Bantamweight Title, yang dimenangkan oleh Hisar “The Pacman” lewat kemenangan KO atas petinju asal Thailand, Chonlatee.
“Ring Tarkam saat ini mempertandingkan empat sabuk kejuaraan, yaitu Sabuk Ring Tarkam, Sabuk Bupati, Sabuk KTI Nasional, dan Sabuk WBC Asia,” jelas Promotor Ring Tarkam, Gibran Cahyaning Pangeran, yang mendapatkan penghargaan Rekor MURI sebagai promotor tinju termuda di Indonesia pada kesempatan tersebut.
Sementara itu, Kang Bupati Sugiri Sancoko, menilai bahwa ajang Ring Tarkam dapat menjadi titik awal kebangkitan popularitas tinju di Indonesia.
Ia berharap, dari meningkatnya minat masyarakat terhadap tinju, akan lahir atlet-atlet muda yang mampu mengharumkan nama bangsa di kancah internasional.
“Bukan sekadar gebyar. Meski kami berada di kota kecil, jauh dari Jakarta, kami ingin tinju benar-benar mendunia. Akan muncul juara-juara dari generasi kita. Dimulai dari ajang antar kampus, suatu saat nanti kami ingin ikut mengukir sejarah tinju nasional yang mendunia,” ungkapnya.