PONOROGO – Pramuka sejak lama menjadi rumah besar bagi anak bangsa. Di sana, siapa pun dengan latar belakang apa pun bisa berkarya dan mengabdi. Tak terkecuali mereka yang kerap disebut “istimewa”.
Selama dua hari, 13–14 Agustus 2025, Lapangan Panderejo, Desa Japan, Babadan, menjadi saksi bahwa Pramuka benar-benar inklusif.
Jambore Pramuka Anak Berkebutuhan Khusus digelar, diikuti para pelajar Sekolah Luar Biasa se-Kabupaten Ponorogo.
Dari pagi hingga petang, anak-anak itu berkemah, bernyanyi, bermain, dan mengikuti ragam kegiatan pramuka dengan riang dan gembira.
Menjadi ruang belajar dan berkarya serta memberi pangkuan hangat mereka untuk menunjukkan kemampuan.
Wakil Bupati Ponorogo, Kak Lisdyarita yang hadir menutup jambore tersebut tak kuasa menutupi kekagumannya. Semangat mereka dinilainya menunjukkan kekuatan hati yang bakal membuka jalan masa depan yang cerah.
“Terus semangat, jangan pernah putus asa, jangan merasa berbeda. Kalian semua luar biasa dan hebat. Bunda cinta kalian semua. Ikuti arahan para pembina, supaya kelak jadi orang hebat,” ucapnya.