Sebagai salah satu bagian Jaringan Kota Kreatif Dunia UNESCO, Kabupaten Ponorogo tidak kehabisan ide untuk terus bertumbuh. Kali ini, giliran anak-anak muda yang kembali menghidupkan suasana kreatif melalui event “Grebeg Sore”.
Event lintas komunitas itu, digelar di area strategis, Taman Kota Klono Sewandono Jl. Pramuka. Selama 3 hari (9-11 Juli), puluhan komunitas seni dan hobi unjuk bakat memamerkan keahliannya.
Ada komunitas vespa, BMX, modeling, ilustrator, barang antik, reptil dan rafling, seniman reog, musik, skateboard, otomotif, dan banyak lainnya.
Tak hanya itu, “Grebeg Sore” juga menjadi wadah untuk berkumpulnya pelaku UMKM. Tak hanya transaksi jual beli, masyarakat bisa berdiskusi dan belajar langsung mengenai bisnis dengan para owner industri kreatif.
Kamis, (9/7/26), Plt. Bupati Bunda Lisdyarita hadir mengunjungi dan membuka langsung “Grebeg Sore”. Ia menyampaikan rasa kagum dan apresiasi atas semangat generasi muda yang terus produktif.
Menurutnya, Grebeg Sore menjadi wujud ekspresi generasi muda untuk menyalurkan bakatnya. Serta, mampu menggerakkan UMKM dan mendorong pertumbuhan ekonomi di Ponorogo.
“Anak-anak muda luar biasa kreatif idenya, semua berkumpul disini. Kita dukung bersama agar generasi semakin inovatif dan Ponorogo semakin hebat,” ungkapnya.
Sementara itu, Panitia event, Andika, mengatakan bahwa Grebeg Sore menjadi titik temu masyarakat untuk berkumpul, berbagi cerita, ekspresi, dan pengalaman.
Mengambil kata slang dari event besar Grebeg Suro, Grebeg Sore diharapkan mampu mengikuti kesuksesan Grebeg Suro. Serta menjadi wadah dalam mengenalkan potensi seni masyarakat serta menghidupkan suasana kreatif di Bumi Reog.
“Dari event besar Grebeg Suro kita coba kecil-kecilan mulai sore sudah mulai. Kita ingin menunjukkan seni bermasyarakat itu ya berkumpul, ngobrol, berkesenian. Semua komunitas kita rangkul disini,” terangnya.