KPM UIN Ponorogo, 2.290 Mahasiswa Bawa Misi Pemberdayaan Berkelanjutan

Kuliah Pengabdian Masyarakat (KPM) UIN Kiai Ageng Muhammad Besari Ponorogo tahun 2026 resmi dimulai. 

Sebanyak 2.290 mahasiswa secara resmi dilepas oleh Plt. Bupati Bunda Lisdyarita dari Lapangan Kampus 2 UIN Kiai Ageng Muhammad Besari, Rabu (8/7/26).

Berlangsung selama 25 hingga 40 hari, KPM tersebut dibagi kedalam 150 kelompok di 7 klaster. Yakni, KPM Reguler Multidisiplin, KPM Reguler Responsif, KKN/KPM Kolaboratif Nusantara Serang–Banten, KKN/KPM Kolaboratif Persemakmuran Eks IAIN Sunan Ampel.

Kemudian, KPM Kompetitif Rekognisi Pengabdian Masyarakat (RPM) Berbasis Pesantren, International Community Service Program (ICSP) Malaysia, serta KKN/KPM Kolaboratif Moderasi Beragama.

Bunda Lisdyarita menyampaikan apresiasi atas semangat UIN Kiai Ageng Muhammad Besari yang terus konsisten menerapkan tri dharma untuk pengabdian masyarakat.

“KPM ini luar biasa, merupakan wujud nyata sinergi perguruan tinggi, pemerintah, dan masyarakat dalam menghadirkan pembangunan partisipatif dan berkelanjutan,” ujarnya.

Bunda Lisdyarita berpesan kepada mahasiswa untuk selalu membangun koordinasi dan sinergi dengan masyarakat setempat. Serta menjalin kerukunan, menjaga etika, dan berkontribusi menyebarkan ilmu dan manfaat kepada masyarakat.

“Saya berpesan jagalah sikap, etika, sopan santun, dan saling koordinasi. Ilmu yang sudah didapatkan berikan dan terapkan ke masyarakat,” pesannya.

Sementara itu, Rektor, Evi Muafiah menyampaikan bahwa KPM kali ini mengambil tema “Sustainable Community Development Berbasis Ekoteologi dalam Penguatan Multisektor: Pendidikan, Hukum, Ekonomi, dan Sosial Keagamaan”. 

Mahasiswa akan belajar dan melakukan pengabdian ke masyarakat dengan mengintegrasikan nilai-nilai yang selaras dengan pelestarian lingkungan. Sebagai wujud keberlanjutan dan keseimbangan hidup.

“Silahkan mengelola sampah, karena itu bukti cinta kita atas ciptaan Allah yaitu bumi yang dipercayai kita untuk mengelolanya,” ungkapnya.

Senada, Ketua LPPM UIN Kiai Ageng Muhammad Besari Unun Roudlotul Janah mengatakan, sebelum berangkat ke lokasi KPM, mahasiswa telah memperoleh berbagai pembekalan dari dosen, pakar, hingga praktisi lingkungan.

Bekal tersebut nantinya menjadi fondasi mereka dalam menyalurkan program, hingga melaksanakan pengabdian ke masyarakat.

“Jadikan KPM ini menjadi ruang belajar dan berbagi ilmu, pengalaman bersama masyarakat dengan mengimplementasikan beberapa kegiatan yang telah kalian dapatkan di pembekalan sebelumnya,” terangnya.

Bagikan