Berawal dari kotak tabungan kayu berukuran 14 x 30 sentimeter, budaya literasi finansial terus tumbuh dan mengakar di kalangan anak-anak Desa Bringinan.
Terbukti, gerakan “Ayo Giat Menabung” yang diinisiasi Kepala Desa Bringinan sejak 2015 itu, konsisten digelar dan antusias diikuti ratusan anak-anak hingga saat ini.
Tak hanya dari Desa Bringinan, tahun ini sebanyak 129 anak dari 6 kecamatan turut berpartisipasi pada kegiatan tersebut. Tak main-main, terkumpul tabungan dengan total lebih dari 120 juta rupiah.
Hal itu terungkap pada saat Bongkar Tabungan yang digelar di Area Rumah Baca, Desa Bringinan Kec. Jambon, Kamis (09/07/2026).
Plt. Bupati Bunda Lisdyarita yang hadir dalam kegiatan tersebut menyampaikan rasa kagum dan apresiasi atas kegigihan pemerintah dan masyarakat setempat dalam mempertahankan program ini.
Menurutnya, program menabung bagi anak-anak adalah langkah penting dalam membentuk generasi yang cakap dan disiplin finansial. Sebab, sejak dini anak-anak akan belajar untuk menghargai sekecil apapun nominal uang dan belajar konsep pengelolaan keuangan untuk masa depan.
“Menabung itu sangat luar biasa. Adik-adik jadi tambah disiplin, mau membeli apa saja sudah mandiri dan bisa mengonsep karena sudah punya uang,” terangnya.
Oleh karena itu, Bunda Lisdyarita berharap kegiatan ini dapat konsisten dilaksanakan setiap tahun dan dapat menyasar peserta yang lebih luas.
“Semangat, ayo rajin menabung dan mengurangi jajan. Semoga kegiatan ini konsisten dilaksanakan dan semakin banyak peserta yang mengikuti di berbagai wilayah,” ungkapnya.
Sementara itu Kepala Desa Bringinan Barno menjelaskan bahwa “Ayo Giat Menabung” merupakan salah satu program dari Rumah Baca Bringinan. Setiap tahun Karang Taruna setempat membagikan kotak tabungan gratis yang digunakan anak-anak untuk menabung dan akan dibongkar bersama di periode tertentu seperti liburan sekolah atau menjelang hari raya.
Kegiatan tersebut diikuti anak-anak dari usia balita hingga sekolah dasar (SD), yang bertujuan untuk menanamkan karakter hemat dan kebiasaan mengelola keuangan sejak dini.
“Program ini alhamdulillah sudah berjalan eksis 11 tahun. Tujuannya, melatih anak-anak untuk menghargai uang. Biasanya ada uang koin seperti 500 rupiah itu dibiarkan, maka kita ajarkan untuk di kumpulkan akan menjadi manfaat,” terangnya.
Selain menyerahkan hasil tabungan, pada kesempatan tersebut juga diumumkan penghargaan kepada peserta yang rajin menabung dan mengumpulkan poin terbanyak. Bunda Lisdyarita secara simbolis menyerahkan trophy penghargaan kepada juara umum.