Kirab Budaya Pungkasi Rangkaian Grebeg Tutup Suro Bantarangin

Tuntas sudah rangkaian Grebeg Tutup Suro Bantarangin 2026. Kirab Budaya menjadi penutup yang indah nan meriah, disambut antusiasme masyarakat yang memadati sepanjang rute arak-arakan, Kamis (16/7/2026).

Kirab budaya ini mengarak tiga pusaka Kerajaan Bantarangin, yakni Ageman Probo Swoso, Topeng Kencono, dan Pecut Samandiman.

Tidak hanya mengarak pusaka, kirab budaya tersebut juga mengisahkan kembali perjalanan Prabu Klono Sewandono saat mendirikan Kerajaan Bantarangin, melamar Dewi Songgolangit, hingga kembali ke Bantarangin.

Dalam perjalanan tersebut, Prabu Klono Sewandono dikawal pasukan berkuda, pasukan bertombak, serta patih andalannya, Pujangga Anom atau Bujang Ganong. Kisah inilah yang kemudian menginsipirasi Reog Ponorogo.

Di belakang iring-iringan ada Plt. Bupati Ponorogo Bunda Lisdyarita, Bupati Ponorogo periode 2010-2015 Amin, jajaran Forkopimca se eks PB Sumoroto, kepala desa se-Eks PB Sumoroto, lembaga pendidikan, organisasi kemasyarakatan, serta berbagai elemen masyarakat lainnya.

Plt. Bupati Ponorogo Bunda Lisdyarita mengatakan, Kirab Budaya Bantarangin menjadi bukti nyata komitmen masyarakat dalam melestarikan budaya dan sejarah daerah.

“Melalui kirab budaya ini, kita mempertontonkan kepada generasi muda dan dunia luar bahwa masyarakat Ponorogo kaya akan peradaban, menghormati sejarah, dan terus menjaga kearifan lokal,” ujar Bunda Lisdyarita.

Menurutnya, pelestarian budaya tidak hanya memperkuat identitas daerah, tetapi juga mampu menggerakkan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif yang berdampak pada peningkatan kesejahteraan masyarakat.

“Mari jadikan momentum ini sebagai pemacu semangat untuk terus membangun Ponorogo agar semakin maju dan sejahtera,” ucapnya.

Bagikan