Rencana Vaksinasi Covid-19 semakin dekat, Pemerintah Kabupaten Ponorogo laksanakan Sosialisasi Vaksinasi Covid-19, Kamis (07/01/2020). Acara yang dilaksanakan di Pendopo Agung Ponorogo ini dihadiri berbagai pihak yang nantinya akan terlibat dalam pelaksanaan Vaksinasi Covid-19.
Bupati Ponorogo, Drs. Ipong Muchlissoni, pada kesempatan ini menyampaikan, vaksinasi sebagai bentuk usaha dalam mencegah penyebaran Covid- 19.
”Kita harus berikhtiar, mencegah berkembangnya covid 19. Salah satunya melalui vaksinasi,” ucapnya.
Bupati Ipong menginformasikan gelombang pertama Vaksinasi ini akan dilaksanakan pada Januari sampai April. Proses Vaksinasi awal, akan difokuskan pada tenaga kesehatan, petugas pelayanan publik, serta lansia yang memenuhi syarat untuk divaksin. Proses vaksinasi dimulai, ditandai dengan pelaksanaan vaksinasi pada Presiden pada 13 Januari, serta seluruh Kepala Daerah pada 14 Januari 2021.
“Pada tanggal 13 Januari Presiden menjadi yang pertama. Tanggal 14 Januari, seluruh Gubernur dan Bupati akan melakukan hal yang sama, sebagai tanda dimulainya vaksinasi di seluruh Indonesia,”terangnya.
Ipong menjelaskan, pengadaan vaksin akan dilakukan oleh Pemerintah Pusat. Sedangkan pelaksana vaksinasi, akan diserahkan kepada pemerintah daerah. Karena itu, dalam acara tersebut, sekaligus diadakan rapat pembentukan Satgas Vaksinasi Covid-19 Kabupaten Ponorogo. Satgas ini nantinya akan melibatkan berbagai pihak dari lintas sektor.

“Pelaksana vaksinasi ini, Kabupaten Ponorogo dan daerah di seluruh Indonesia diperintahkan untuk menjadi pelaksana. Dalam rangka melaksanakan itu, Pemerintah Kabupaten Ponorogo akan membentuk Satgas vaksinasi Covid 19. Satgas nanti akan diketuai oleh Sekretaris Daerah, dengan penasehat Bupati, Dandim, Kapolres, dan Kajari,” jelasnya.
Bupati mengingatkan, dalam pelaksanaan Vaksinasi ini tidak bisa dibebankan kepada Dinas Kesehatan semata. Karena ada banyak faktor yang berpengaruh pada berhasil atau tidaknya proses vaksinasi. Karena itu, ia mengingatkan pentingnya peran Kominfo dalam menangani hal tersebut. Ia meminta, Kominfo membuat strategi yang tepat dalam mensosialisasikan vaksin kepada masyarakat. Karena masih ada masyarakat tidak menginginkan vaksinasi. Serta di media sosial masih banyak beredar disinformasi mengenai keamanan dan keampuhan vaksin.
“Sosialiasi kepada masyarakat sangat penting, agar tidak termakan oleh Hoax. Karena vaksinasi ini sangat penting dalam rangka untuk membangun Herd Imunity. Dulu kita mengenal vaksinasi polio. Vaksinasi itu menjadi bagian dari itu untuk membangun kesehatan masyarakat, ” ucapnya.

