Gubenur Jatim Serahkan Bantuan Alat Pengolah Sampah, Plesterisasi RTLH, Modal Usaha, Dan Korban Longsor Ponorogo

Berbagai bantuan diserahkan Gubenur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa pada kunjungan kerjanya di Ponorogo, Minggu (19/12/2021).

Bantuan pertama berupa alat pengolahan sampah berbasis teknologi refuse derived fuel (RDF) senilai 200 juta rupiah. Bantuan ini seperti disampaikan Gubenur untuk mendukung Ponorogo mewujudkan zero waste. Mengingat untuk saat ini terobosan Pemkab Ponorogo dalam pengolahan sampah di TPA Mrican memiliki kapasitas 30 ton/hari. Sedangkan produksi sampah rumah tangga yang dibuang di TPA Mrican mencapai 90 ton/hari.

Bantuan kedua, dukungan program plesterisasi rumah tak layak huni (RTLH) di Ponorogo senilai 100 juta rupiah. Terkait teknis pengalokasian dan penggunaan, Pemprov Jawa Timur akan menyerahkan sepenuhnya kepada Pemkab Ponorogo. Dari catatan Pemkab Ponorogo, saat ini masih ada sekitar 21 ribu RTLH yang membutuhkan perbaikan.

Ketiga, Gubernur Khofifah menyerahkan bantuan modal usaha kepada 125 pelaku usaha ultra mikro senilai Rp500.000/penerima. Bantuan ini merupakan kerja sama Pemprov Jawa Timur dengan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) untuk mendukung ketahanan pelaku UMKM di masa Pandemi COVID-19.

Terakhir, diserahkan juga bantuan kepada ahli waris 2 korban meninggal akibat tertimpa pondasi jembatan ambrol yang terjadi di Desa Grogol Kecamatan Sawoo, Kamis (16/12/2021) lalu.

Bagikan