Peringati BBGRM Ke-17 Dan HKG PKK Ke-48, Kang Giri : Gotong-Royong Jadi Titik Ledak Pembangunan Kita

Bupati Ponorogo Sugiri Sancoko mnyampaikan Peringatan Bulan Bhakti Gotong Royong Masyarakat ke-17 dan Hari Kesatuan Gerak PKK ke-48 harus dijadikan momentum untuk menerjemahkan semangat gotong-royong menjadi gerakan nyata dalam pembangunan Ponorogo. Tidak lain, karena gotong-royong merupakan ruh kehidupan Bangsa Indonesia. Bahkan inti sari dari 5 sila dalam Pancasila adalah gotong-royong.

“Pancasila itu kalau diperas maka yang muncul gotong-royong. Tidak ada gotong royong tanpa rasa ketuhanan, tidak ada gotong-royong tanpa ada rasa kemanusian, persatuan, kerakyatan, dan keadilan,” tutur Kang Giri dalam sambutannya pada Puncak Peringatan BBGRM ke-17 dan HKG PKK ke-48 di Desa Paringan Kecamatan Jenangan, Ponorogo, Selasa (14/12/2021).

Dalam menerjemahkan ruh gotong-royong ini, Kang Giri memberikan contoh pada program rehabilitasi rumah tak layak huni (RTLH) di Ponorogo. Ia menjelaskan rehabilitasi 21 ribu RTLH di Ponorogo akan sulit dituntaskan tanpa gerakan gotong-royong.

“Selamat Bulan Bhakti Gotong-Royong mudah-mudahan kita bisa Kembali kepada jiwa dan bahan baku kita, gotong-royong dan menjadi titik ledak pembangunan. Ke depan 21 ribu rumah kita akan tabuh gotong-royong. Saya meyakini 21 ribu rumah bisa di-plester.” ujarnya.

Sedangkan, Ketua Tim Penggerakan PKK Ponorogo Susilowati Sugiri Sancoko menyampaikan, dengan semangat gotong-royong dalam mewujudkan keluarga yang berkualitas dari aspek pendidikan, moral, Kesehatan, sosial-budaya, ekonomi, dan lingkungan hidup, PKK tidak menempatkan keluarga sebagai objek atau sasaran program. Namun keluarga harus menjadi subjek untuk bersama-sama berubah menjadi keluarga yang lebih baik.

“Gerakan PKK tidak menempatkan keluarga sebagai objek/sasaran program Pemerintah. Tapi gerakan PKK yang mampu menginisiasi keluarga Indonesia melakukan perubahan menuju keluarga yang lebih baik,”ucapnya. (NK/SP)

Bagikan