AWDI Ponorogo Peringati HPN 2022 Dengan Bedah Rumah, Kang Bupati : Semoga Bisa Menularkan Kebaikan

Berbagi kebahagiaan, itulah yang mendorong Asosiasi Wartawan Demokrasi Indonesia (AWDI) DPC Kabupaten Ponorogo di momen Peringatan Hari Pers Nasional 2022, bekerja sama dengan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Ponorogo menghadirkan rumah yang nyaman dan layak bagi Lamiran, warga Desa Paringan, Kecamatan Jenangan, Kabupaten Ponorogo.

Tentu saja program dari AWDI Ponorogo ini disambut positif oleh Kang Bupati Sugiti Sancoko. Ia berharap program AWDI dan Baznas Ponorogo inj mampu memantik kepedulian bersama untuk membantu masyarakat kurang mampu.

“Saya terima kasih kepada AWDI yang telah menginisiasi membantu masyarakat. Semoga ke depan bisa mengiris tipis hati kita, yang lain bisa nular, menularkan kebaikan ini,” tutur Kang Bupati Sugiri Sancoko ketika bersama Wakil Bupati Bunda Lisdyarita ditemui selepas Peringatan HPN 2022 yang digelar AWDI Ponorogo di Desa Paringan, Sabtu (26/2/2022).

Selain Bedah Rumah, Peringatan HPN 2022 yang mengusung tema “Membangkitkan Desa Wisata Menuju Ponorogo Hebat dan Bermartabat” juga dibarengi dengan kegiatan lain, mulai dari berbagi sembako, berbagi bibit tanaman, tebar ikan koi, sampai fogging.

Terkait dengan tema yang diusung peringatan HPN 2022, Kang Bupati menyatakan tema tersebut sejalan dengan upayanya bersama Bunda Rita mewujudkan Pariwisata Hebat. Di mana saat ini Pemkab Ponorogo menyiapkan Ripparda sebagai kerangka pembangunan wisata Ponorogo serta menyiapkan pembangunan 2 wisata pemikat, Telaga Ngebel dan Monumen Reog.

Lebih lanjut, ia menyampaikan, untuk mewujudkan Wisata Hebat, ada banyak variabel yang harus dipersiapkan. Karena itu, ia mengajak semua pihak, termasuk kawan-kawan AWDI yang peduli pada pengembangan wisata Ponorogo lebih aktif lagi dalam perjuangannya.

“Saya sangat setuju sekali, ini klop dengan kami. Kami mencanangkan Nawa Dharma Nyata ada wisata dan budaya hebat. Ini butuh dorongan dan dukungan semua pihak. Kami ini menyiapkan wisata pemikat dulu sambil menyiapkan kerangka wisata. Karena ada banyak variabel termasuk kesiapan masyarakat, dari nol, satu, dua, langkah mami semua terukur. Dan teman-teman yang konsen pada desa wisata kami berharap lebih keras lagi,” tandasnya.

Bagikan