
Bakti sosial dalam rangka TP PKK Kabupaten peduli terus berlanjut. Kini giliran Kecamatan Ngebel menjadi target dimana ada lima desa yang dikunjungi Rabu (9/2/2022). Diantaranya Desa Ngrogung, Wagir Lor, Sahang, Ngebel dan Sempu.
Tidak hanya membagikan sembako sebanyak 25 paket namun, juga ada sosialisasi stunting hingga dana RT yang terus dilakukan. Hal ini dikarenakan pencegahan stunting dianggap perlu. Sementara dana RT memang diharapkan dapat dimanfaatkan maksimal.
Stunting adalah gangguan pertumbuhan anak dikarenakan kekurangan gizi yang berkepanjangan. Baik dikarenakan faktor langsung ke anak atau selama masa kehamilan.
“Jadi stunting itu anaknya pendek, dan itu juga berbahaya karena anak stunting kecerdasannya akan mengalami dibawah rata-rata dan anak stunting juga sering sakit karena daya imunnya rendah”, tutur Harjono, kepala dinas KB.
Banyak sekali penyebab mengapa stunting ini bisa terjadi. Baik itu faktor langsung atau tidak langsung. Faktor langsung meliputi ibu selama hamil kekurangan gizi, hamil dibawah umur 20 tahun atau diatas 35 tahun, serta jarak antar kehamilan pertama dan seterusnya dekat.
Sementarara itu, faktor tidak langsung bisa disebabkan karena sanitasi air yang buruk. Inilah salah satu alasan mengapa adanya gotong royong dan pengolahan sampah yang terus didengungkan Kang Bupati Sugiri Sancoko.
“Ngebel ini akan menjadi kota wisata mendunia. Nanti tingkat RT dipikirkan bagaimana memilah sampah. Jangan sampai membuang sampah sembarangan, semua ada dananya”, kata Kang Bupati Sugiri.
Ngebel seperti yang diketahui memiliki potensi wisata yang luar biasa. Telaga Ngebel dimana menjadi ikon Ponorogo yang nantinya bakal direnovasi, diharapkan masyarakat Ngebel dapat segera berbenah bergotong royong mempercantik desa.
“Kulo nyuwun tulung masyarakat agak punya greget dan rundingan dengan pak camat dan pak lurah. Bagaimana caranya agar kita pikir bersama. Ngebel adalah penyangga kehidupan, lereng wilis ini adalah konservasi air sehingga nyuwun tulung gotong royong nya”, imbuhnya.