Momentum kebangkitan sektor pariwisata yang sempat lumpuh selama pandemi, tidak ingin dilewatkan Kang Bupati Sugiri Sancoko. Karena itu, ia mendorong pembangunan wisata, khususnya rencana pembangunan Dancing Water Fountain di Area Wisata Telaga Ngebel dipercepat, selesai tahun ini.
Hal ini Kang Bupati Sugiri sampaikan ketika ditemui selepas memimpin rapat koordinasi pembangunan Dancing Water Fountain Telaga Ngebel dan Sirkuit Balap di Ruang Bantarangin, Gedung Graha Krida Praja, Kamis (10/3/2022).
“Pasca pandemi ini ada ekonomi arus balik, seperti lebaran. Ketika ekonomi lesu semua orang tidak berbelanja selama pandemi. Setelah ini pandemi sudah menjadi endemi, maka akan ada ekonomi arus balik. Orang ingin wisata semuanya,” tutur Kang Bupati.
Rencana awal pembangunan Water Fountain pada tahun 2022 baru pembangunan tribun dan menyiapkan dokumen seperti Master Plan ( MP), Feasibility Study (FS), Detail Engineering Design (DED), serta Amdal Lalin. Sedangkan pembangunan fisik Dancing Water Fountain direncanakan dimulai tahun 2023.
Namun mengingat pentingnya pembangunan sektor pariwisata untuk mendorong kebangkitan ekonomi masyarakat dan peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD), Kang Bupati Sugiri mendorong adanya percepatan pembangunan dari segi waktu. Tentunya dalam pelaksanaan tetap mengikuti tahapan-tahapan sebagaimana aturan yang berlaku.
“Kita tidak boleh memaklumi kelemahan, yaudah tahun depan masih ada waktu. Itu menjadi budaya yang tidak baik, mundur-mundur. Maka harus ada dorongan keras dari semua dinas. Tentu tetap sesuai aturan, mulai dari kajian, survey, pembelian barang, pembangunan, dan sebagainya. Hanya dipersingkat waktunya. Butuh ekstra keras tenaga dan waktu untuk fokus. Kalau fokus kami yakin selesai,” ungkap Kang Bupati.
Lebih lanjut, Kang Bupati menegaskan setiap pembangunan yang direncanakan selalu diarahkan kepada jantung sektor ekonomi potensial. Tidak hanya berdampak kepada kesejahteraan masyarakat, namun juga memiliki potensi meningkatkan PAD.
“Kami ingin akan peningkatan PAD yang besar, ada kemandirian fiskal yang kuat. Semua program saya yang agak besar selalu nendang kepada perbaikan ekonomi. Mengapa Monumen Reog, jalan-jalan menuju poros ekonomi, HOS Cokroaminoto, Jendral Sudirman, Ngebel, pasar burung, sirkuit, dan sebagainya. Sehingga kita tidak terkena finansial distress. Artinya setiap rupiah yang kita keluarkan akan berdampak pada ekonomi yang baik,” tegasnya.