
Sebagai salah satu penghasil rempah-rempah terbaik, Ponorogo kuatkan ekonomi hingga mampu bersaing di Pasar global. Senin (21/3/2022) Kang Bupati Sugiri Sancoko berangkatkan Ekspor Perdana komoditas temulawak dan kunyit kering Desa Sejahtera Astra (DSA) Ponorogo. Bertempat di Desa Broto Kecamatan Slahung, sebanyak 50 ton rempah berhasil diberangkatkan menggunakan dua container untuk dikirim ke India.
Head of CSR Communication PT. Astra International Tbk, Bima Krida Pamungkas menjelaskan bahwa kunyit dan temulawak tersebut digunakan untuk bahan destilat, yakni seperti kosmetik, bahan makanan dan sebagainya. Hasil yang didapat dari ekspor 25 ton kunyit dan 25 ton temulawak menembus hasil penjualan 750-800 juta. Dari 930 Desa Sejahtera Astra, Ponorogo menjadi penghasil rempah pertama yang mampu menjangkau pasar global hanya dalam kurun waktu kurang dari satu tahun.
“Kebetulan dari seluruh Desa Sejahtera Astra yang berjumlah 930 desa, Baru ponorogo yang punya rempah-rempah dan bisa ekspor”, ungkap Bima Krida Pamungkas.
Selain itu, Asisten Deputi Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat dan Kewirausahaan Kemenko Perekonomian, Chairul Saleh mengungkapkan program ini merupakan wujud kolaborasi yang melibatkan pemerintah, swasta, komunitas dan Pemerintah Daerah. Pengoptimalan produk-produk andalan Ponorogo dengan komoditas kunyit dan temulawak dinilai penting karena memiliki nilai ekonomi tinggi dan berdampak bagi kesejahteraan ekonomi masyarakat.
“Kita ingin mengoptimalkan potensi produk-produk andalan yang dimiliki Ponorogo dengan komoditas kunyit dan temulawak supaya mempunyai nilai ekonomi yang lebih tinggi. Tentunya dengan proses ekspor ini kita harap bisa berdampak bagi ekonomi masyarakat dalam konteks daya saing dan peningkatan penghasilan, karena ini kita lakukan secara keroyokan”, ujar Chairul Saleh.
Sementara itu, Kang Bupati Sugiri Sancoko memberikan apresiasi tinggi kepada program DSA dan menteri perekonomian yang telah membina potensi rempah yang ada di Ponorogo sejak awal. Kang Bupati mengungkapkan bahwa bahan baku di Ponorogo memiliki kualitas tinggi bahkan tanahnya sangat cocok untuk penanaman rempah.
“Ini simbiosis yang luar biasa. Sesungguhnya kualitas di Ponorogo ini bahan bakunya luar biasa karena tanahnya cocok sehingga rasanya bagus.” ujar Kang Bupati.
Melihat potensi yang ada, Kang Bupati akan mendukung penuh dan mendorong para petani dan pedagang rempah agar terus berkembang. Ia juga mengingatkan masyarakat bahwa rempah-rempah di Ponorogo mampu menjadi komoditas yang bernilai tinggi.
“Nanti kami dorong dari India untuk mengambil rempah dari indonesia , dari Ponorogo khususnya. Saya ingin mengingatkan komoditas kita kunyit jahe dan sebagainya itu top bagus. Tetapi hampir terlupakan karena tersapu oleh model baru maka agak tertinggal. Sekarang kita ingatkan kembali bahwa ini bisa menjadi tambang ekonomi”, jelas Kang Bupati.