
Target prevalensi stunting di angka 14 persen pada tahun 2024 terus dikejar oleh Pemerintah Republik Indonesia. Di mana untuk mencapai target tersebut dalam 2 tahun ke depan angka penurunan stunting harus di angka 3-3,5 persen setiap tahunnya. Dalam rangka percepatan tersebut Pemerintah Pusat mengkolaborasikan strategi pencegahan stunting dengan Rencana Aksi Nasional Pengembangan Anak Usia Dini Holistik Integratif (RAN PAUD-HI).
Hal ini disampaikan oleh Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy dalam Webinar Nasional Diseminasi RAN PAUD-HI, yang diselenggarakan Deputi Bidang Koordinasi Peningkatan Kualitas Anak, Perempuan, dan Pemuda Kemenko PMK, bersama organisasi kemasyarakatan Koalisi PAUD-HI, Tanoto Foundation, ARNEC, serta Ninos Education and Development, yang diikuti oleh Wakil Bupati Ponorogo Bunda Lisdyarita, Rabu (2/3/2022).
Rencana Aksi PAUD-HI sendiri dimulai dengan memberikan layanan bimbingan perkawinan kepada calon pengantin, layanan ibu hamil dan anak sejak dalam kandungan sampai usia 6 tahun, dan pemenuhan kebutuhan esensial anak (gizi, pendidikan, moral) .
Sedangkan pelaksanaan layanan PAUD HI terintegrasi mulai dari fasilitas kesehatan, Posyandu, Bina Keluarga Balita (BKB), dan satuan Pendidikan Anak Usia Dini.
Sedangkan Wakil Bupati Bunda Lisdyarita ditemui selepas mengikuti webinar menegaskan permasalahan Stunting harus disikapi secara serius. Karena itu, akan berkoordinasi dengan TP PKK dan Dinas terkait untuk pelaksanaan RAN PAUD-HI di Ponorogo.
“Pasti akan kita tindaklanjuti ini di lapangan yang otomatis kerja bareng dengan SKPD. Terkait PAUD kita juga akan turun langsung dengan ibu ketua PKK, untuk melihat kondisi PAUD yang ada di Ponorogo,” tutur Bunda Rita.