
Gotong-royong menjadi bahan baku dan pondasi utama pembangunan Kabupaten Ponorogo di bawah kepemimpinan Kang Bupati Sugiri Sancoko – Bunda Lisdyarita untuk mampu bangkit dan tumbuh di tengah situasi krisis. Hal ini Kang Bupati sampaikan ketika didapuk menjadi Keynote Speaker pada webinar dengan tema “Kepemimpinan Saat Krisis : Tantangan, Strategi dan Inovasi” yang digelar STIE YAPAN Surabaya, Kamis (24/3/2022).
Gotong-royong ini diuraikan Kang Bupati Sugiri, mampu membawa pertumbuhan ekonomi Ponorogo pada tahun 2021 naik 3,19 %. Di mana pada tahun 2020 pertumbuhan ekonomi Ponorogo mengalami kontraksi dengan nilai PE – 0,9%. Begitu juga dengan nilai tukar petani (NTP) naik di angka 116,53 dari 116,48. Sedangkan tingkat pengangguran terbuka menurun di angka 4,38%.
Sedangkan pada tahun 2022 dengan program-program dijalankan, Kang Bupati optimis Pertumbuhan Ekonomi Ponorogo naik dengan target 4,40 %.
Untuk mencapai target tersebut, di antara strategi utamanya menggenjot sektor pariwisata. Pembangunan sektor pariwisata dilakukan dengan memaksimalkan potensi budaya dan alam Ponorogo yang luar biasa.
Pertama Kang Bupati merencanakan pembangunan Monumen Reog dan Museum Peradaban di area Gunung Gamping Sampung. Kedua, face off Area Wisata Telaga Ngebel dengan membangun Dancing Water Fountain. Dua wisata pemikat akan dilengkapi dengan upaya mempercantik wilayah kota dengan menghadirkan Segi Empat Emas.
Inovasi ini disampaikannya, sangat penting dilakukan. Mengingat Kabupaten Ponorogo menghadapi situasi sulit, terjepit di antara dua jalur besar, tol Jakarta – Surabaya dan Jalur Lintas Selatan.
Dengan daya tarik ini, ia berharap Ponorogo didatangi banyak orang. Sehingga ekonomi akan tumbuh dengan kekuatan sektor pariwisata yang mampu memantik multiplier effect-nya.
Inovasi lainnya gotong-royong pembangunan dipantik Kang Bupati melalui alokasi dana RT. Dana RT diyakininya mampu mendorong pembangunan dan kebangkitan dari bawah.