Kang Bupati Sugiri Hadiri Acara Ruwahan Miliran Sunan Kalijaga Pirukunan PAMU

Ruwahan atau Ritual Miliran Sunan Kalijaga kembali digelar Pirukunan Purwo Ayu Mardi Utomo (PAMU) di Panti Prihatin PAMU Dukuh Kebonagung, Desa Kesugihan, Kecamatan Pulung, Sabtu malam (19/3/2022).

Tradisi tahunan Pirukunan PAMU dalam rangka melestarikan dan memperingati turunnya wirid Sunan Kali Jaga ini dihadiri warga sekitar dan 672 wargo PAMU dari berbagai daerah. Ada yang berasal dari Ponorogo, Madiun, Blitar, Trenggalek, Bojonegoro, Surabaya, hingga Mojokerto.

Mengenakan pakaian khas Jawa, wargo PAMU mengikuti rangkaian acara secara khidmat. Mulai dari Saptodomo sesepuh, pujian, sedekah bumi / ruwatan sudomolo, ditutup dengan hiburan Wayang Kulit semalam suntuk.

Kang Bupati Sugiri Sancoko yang turut hadir pada acara tersebut berharap, ajaran-ajaran teduh dari Pirukunan PAMU mampu lestari dan dapat dirasakan masyarakat luas.

Sedangkan Sumadi Ketua Pirukunan PAMU pada ruwahan sedikit mewedar beberapa pitutur luhur yang dipegang oleh Wargo PAMU. Pertama ajaran Pembangunan Satitah dari pendiri PAMU Ponorogo, Ki Marti Utomo. Dijelaskannya satitah dimaknai dengan berjuang secara ikhlas sesuai dengan kemampuan.

Ia juga menjabarkan pitutur leluhur lainnya, “kudu rukun, rukun tonggo jiwo, rukun tonggo wisma, rukun tonggo desa, dan rukun tonggo negara. Kemudian larangan,” Ojo mecah belah pemerintah, ojo ngina marang agama. Serta ajaran luhur dari leluhur lainnya.

Bagikan