
Lantunan sholawat diiringi hadroh menggema di Pendopo Wedya Graha, Kabupaten Ngawi, Sabtu, (05/03/2022). Acara Doa Bersama Untuk Bangsa menghadirkan Habib Muhammad Luthfi Bin Yahya, salah satu pendakwah tersohor yang juga Ketua Umum MUI (Majelis Ulama Indonesia) Jawa Tengah.
Kang Bupati Sugiri Sancoko dan Bunda Lisdyarita hadir dalam Doa Bersama Untuk Bangsa serta sholawatan hingga selesai. Sejumlah undangan dan jamaah dari berbagai kalangan tampak antusias mengikuti kegiatan tersebut.
Melalui tausyiahnya, Habib Muhammad Luthfi memberikan pemahaman mengenai Isra’ Miraj dan rasa nasionalisme terhadap NKRI. Dijelaskan bahwa Isra’ Miraj menitikberatkan pada kewajiban sholat. Namun dengan demikian dapat dibedah menjadi beberapa hal yakni untuk menunjukkan keagungan Allah SWT, menunjukkan yang di Isra’ Miraj-kan dan tidak pilih-pilih pakar sejarah. Sehingga manusia akan dibarokahi oleh Allah SWT dalam hal kecil hingga hal besar. Dalam perjalanannya, Rosulullah pun diberi keajaiban yakni dapat melihat langsung kuasa Allah yang sangat luar biasa.
Selain itu, masyarakat juga dihimbau untuk memupuk rasa cinta tanah air. Salah satunya dengan memaknai Bendera merah putih. Karena sejatinya Bendera Indonesia tersebut tidak hanya simbol. Namun ada makna penting yang wajib kita tanamkan yakni kehormatan bangsa, harga diri bangsa dan jati diri bangsa.
“Bangsa kita adalah bangsa intelektual, bukan bangsa penjajah. Bangsa kita telah melahirkan banyak keilmuan dan lain sebagainya,” tutur Habib Muhammad Luthfi Bin Yahya.