
Tak henti beraksi, Kang Bupati Sugiri Sancoko beserta Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) terus berkeliling ke berbagai desa dalam rangkaian Bakti Sosial. Kali ini, Selasa, (8/3/2022) tujuh desa di Kecamatan Jambon menjadi sasaran. Yakni Desa Sidoharjo, Desa Krebet, Jambon, Blembem, Pulosari, Menang dan Srandil.
Adapun penyaluran 25 paket sembako ditujukan kepada masyarakat kurang mampu di setiap lokasi. Ketua TP PKK Ibu Susilowati berharap adanya sembako tersebut dapat bermanfaat untuk kehidupan sehari-hari.
“Kami dari Tim Penggerak PKK akan keliling di 307 Desa, untuk Kecamatan Jambon hari ini 7 Desa. Nilainya tidak banyak, namun berharap bisa bermanfaat bagi mbah kung dan mbah uti. Mudah-mudahan tahun depan bisa menyalurkan lagi dengan jumlah penerima dan nilai sembako yang bertambah”, ujar Ibu Susilowati dalam sambutannya.
Selain penyaluran sembako, program Bakti Sosial juga disertai dengan sosialisasi pencegahan dan penanganan stunting dengan pemateri Kepala Dinas Pengendalian Penduduk Dan Keluarga Berencana (DPPKB) Ponorogo, Harjono.
Penjelasan dari Harjono, stunting adalah kondisi gagal tumbuh anak akibat kekurangan gizi. Penyebab terbesar anak mengalami stunting ialah dari faktor ibu, mulai dari ibu kekurangan gizi, melahirkan terlalu muda (di bawah 20 tahun), melahirkan terlalu dekat, melahirkan terlalu sering, dan melahirkan terlalu tua (di atas 35 tahun).
Lebih lanjut, Harjono menekankan stunting sangat mudah dicegah dengan memberikan penanganan khusus pada 1000 hari pertama kehidupan (HPK), dimulai dari ibu dinyatakan hamil sampai anak umur 2 tahun. Di mana tentang HPK menjadi masa emas pertumbuhan bayi yang harus mendapatkan perhatian khusus agar tidak terjadi stunting.
Selain sosialisasi pencegahan stunting, bakti sosial TP PKK dijadikan Kang Bupati Sugiri Sancoko untuk menyapa masyarakat dan mensosialisasikan penggunaan dana RT, senilai 10 juta setiap tahunnya.
Kang Bupati Sugiri menegaskan program Dana RT sebagai inovasi pembangunan dengan memantik gotong-royong di setiap lini pemerintahan. Dana 10 juta dijelaskan Kang Bupati, menjadi pemantik dalam mengemban tanggung jawab gotong-royong membangun lingkungan di tingkat RT.
Pada kesempatan tersebut, Kang Bupati menguraikan beberapa program yang dijalankan menggunakan dana RT. Yakni, kerja bakti membangun biopori atau sumur resapan setiap rumah, pengolahan sampah, penanaman bunga, pendataan penduduk berbasis musyawarah, pengadaan WiFi, jaminan sosial atau asuransi jiwa Ketua RT dan perangkat RT, serta insentif Ketua RT dan perangkatnya.