Kang Bupati Hadiri Purna Study dan Penyerahan Hafalan Al-Qur’an Pondok Pesantren Darul Istiqomah

Wisuda Purna Study Pondok Pesantren Darul Istiqomah Desa Ngumpul, Balong meluluskan 180 santriwan/santriwati. Terdiri dari 65 santri MI, 55 santri MA/SMK dan 60 santri Tahfidz Al-Qur’an yang mencakup MI, MTS dan MA. Purna Study dan Penyerahan Hafalan Al-Qur’an ini dihadiri oleh Kang Bupati Sugiri Sancoko, Kepala Kemenag Ponorogo Nurul Huda dan segenap Perangkat Desa Balong (23/5/22).

Imam Zainuddin selaku Pimpinan Pondok Pesantren Darul Istiqomah mengungkapkan bahwa Ponpes Darul Istiqomah merupakan Pondok berbasis International Islamic Boarding School (IIBS). Pondok ini menaungi jenjang pendidikan mulai dari TPQ, TK, MI, SD, MTS, MA bahkan SMK. Menurutnya, Darul Istiqomah merupakan suatu wadah yang akan memperbaiki 3 komponen, yaitu ilmu pengetahuan, akhlak dan wadah mencari rezeki. Setelah diwisuda, Imam Zainuddin berharap lulusan Pondok Pesantren Darul Istiqomah dapat menjadi santri yang cerdas, cepat dan tepat.

“Selamat datang di Pondok Pesantren Darul Istiqomah. Sekarang sudah mulai dikenal dengan International Islamic Boarding School. Darul Istiqomah merupakan suatu wadah yang akan memperbaiki 3 komponen, yaitu ilmu pengetahuan, akhlak, wadah mencari rezeki. Hari ini saya kembalikan anak-anak kepada bapak ibu mudah-mudahan sesuai dengan angan-angan yaitu mencetak santri cerdas, cepat dan tepat,” ujar Imam Zainuddin.

Sementara itu, dalam sambutannya Kang Bupati berharap ada kerjasama antara Pemerintah Ponorogo dengan Pondok Pesantren Darul Istiqomah. Kerjasama yang baik akan melahirkan insan yang cerdas dan berakhlakul karimah. Lulusan Pondok pesantren tidak melulu akan menjadi pemuka agama, namun dapat juga menjadi pengusaha atau politikus syar’i yang nantinya dapat berkontribusi bagi negara.

“Mudah mudahan kedepan ada kerjasama yang indah antara Pemerintah dengan Darul Istiqomah. Kerjasama yang indah adalah bagaimana membentuk insan yang mulia, cerdas tapi berakhlakul karimah. Tidak semua lulusan Pondok menjadi Kyai, Da’i atau Ustadz. Kedepan kami ingin kota santri yang ada di Ponorogo ini bener-bener tidak hanya slogan tapi hijrah menjadi implementasi,” ujar Kang Bupati.

Bagikan