Wisuda Santri dan Pengukuhan Guru PGTQ TPQ NU Ponorogo

Wisuda Santri dan Pengukuhan Guru PGTQ TPQ NU Ponorogo

Setelah berhasil menuntaskan belajar membaca Al-Quran hingga selesai 30 Juz (Khatam Al-Qur’an Bin Nadzor), 153 santri dari Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPQ) NU Kabupaten Ponorogo diwisuda, Minggu (30/4/23). Berlangsung di Pendopo Agung Kabupaten Ponorogo, wisuda santri tersebut digelar bersamaan dengan pengukuhan 63 guru yang telah lulus dari pelatihan Pendidikan Guru Pengajar Al-Qur’an (PGPQ) metode cepat tanggap An-Nahdliyah.

Teguh Widadi selaku pengurus TPQ NU Ponorogo mengatakan khatam bukanlah akhir dari belajar Al-Quran. Sebaliknya, khatam Al-Qur’an menjadi awal semakin mendalami kitab suci. Karena itu, bimbingan dan dukungan orang tua sangat dibutuhkan dalam melalui proses panjang tersebut. “Walaupun sudah khatam tetap membutuhkan bimbingan dan pantuan bapak-ibu orang tua,” ungkapnya.

Baca juga :

Sementara itu terkait degan pelatihan PGTQ, Teguh menjelaskan program ini digelar selama 6 bulan, Oktober 2022-Maret 2023. Tujuannya untuk mencetak para pengajar membaca Al-Quran yang profesional dan berdedikasi tinggi.

Pogram ini, lanjutnya, juga untuk mendukung suksesnya pelaksanaan program mengaji dari Kang Bupati Sugiri yang tertuang dalam Peraturan Bupati (Perbup) No. 37 tahun 2022 tentang Penyelenggaraan Pendidikan Berbasis Keagamaan pada Pendidikan Dasar di Kabupaten Ponorogo.

“Alhamdulillah kami dari Madin TPQ NU Kabupaten Ponorogo menindaklanjuti Perbup Bupati dengan langkah di antaranya pembelajaran ustadz dan ustadzah PGPQ,” terang Teguh Widadi.

Atas capaian tersebut, Kang Bupati Sugiri mengungkapkan rasa syukur sekaligus bangga. Ia berharap, Kota Santri yang ia idam-idamkan tak hanya menjadi slogan, namun terimplementasi dalam kehidupan masyarakat sepenuhnya.

Kepada wisudawan, ia berpesan untuk senantiasa menerapkan ilmu-ilmu yang dipelajari dalam kehidupan sehari-hari. Sehingga ke depan generasi muda Ponorogo akan menjadi pemimpin yang tidak hanya cerdas namun memiliki moral dan akhlak yang baik.

“Ke depan Ponorogo ini benar-benar akan menjadi Kota Santri yang tidak hanya slogan saja, tapi anak muda sudah belajar mengaji dan menghapal Al-Qur’an. Maka, ke depan akhlak mereka pasti bagus, SDM bagus, moral bagus dan siap menjadi pemimpin dimanapun dan tingkat apapun,” ujarnya.

Bagikan