Pemkab Bagikan 100 Ton Pupuk NPK, Ringankan Beban Petani di Tengah Terbatasnya Alokasi Pupuk Bersubsidi Kementan

Terbatasnya alokasi pupuk bersubsidi dari pemerintah pusat, membuat petani di Kabupaten Ponorogo harus mengeluarkan biaya produksi lebih besar untuk membeli pupuk non subsidi guna memenuhi kebutuhan pemupukan.

Untuk meringankan biaya produksi petani itu, Pemkab Ponorogo membagikan 100 ton pupuk NPK kepada “petani gurem”. Istilah yang diberikan untuk petani yang mempunyai lahan kurang dari 0,5 hektare.

Berlangsung di Lapangan Desa Ngasinan, Kecamatan Jetis, Kamis (7/12/23), bantuan pupuk NPK itu diserahkan secara simbolis oleh Kang Bupati Sugiri, bersamaan dengan penyerahan bantuan puluhan Alsintan (Alat Mesin Pertanian) yang merupakan hasil kerjasama Pemkab Ponorogo dengan DPRD Provinsi Jawa Timur.

“Yang terselesaikan subsidi hanya 44,87 persen. Jadi sisa 56 persen yang tidak dapat. Maka ini adalah sasaran selang, kami ingin teman-teman yang hari ini petani ada solusi elok,” ujar Kang Bupati.

Ia berharap, di samping bantuan yang diberikan, petani Ponorogo juga dapat memaksimalkan pupuk organik untuk kebutuhan nutrisi tanaman.

“Dulu nenek moyang kita punya konsep rojo koyo punya lahan satu kotak, punya sapi, kambing. Ini menjadi circle pertanian. Ketika butuh rabuk, kotoran ayam, kotoran kambing bisa buat rabuk. Ketika butuh pakan maka damennya untuk makan sapi atu kambing,” ujarnya.

Sementara itu, Plt. Kepala Dinas Pertanian Ketahanan Pangan dan Perikanan (Dipertahankan) Ponorogo Herry Sutrisno menyebut bahwa bantuan pupuk NPK ini akan disalurkan bertahap kepada 15.000 petani yang tergabung dalam 136 kelompok tani se-Kabupaten Ponorogo.

Untuk tahap pertama diberikan kepada 7.000 petani dan tahap kedua kepada 8.000 petani.

“Pelaksana penyaluran pupuk di tahap pertama ini insyaallah kami optimis akan selesai 4 hari dan tahap kedua target kami paling lama 10 hari. Nanti akan segera disalurkan dengan cepat sesuai kualifikasi dan tepat sasaran,” ungkapnya.

Adanya bantuan untuk petani gurem ini disambut suka cita oleh petani. Seperti disampaikan Harjo Paseni, petani dari Ngasinan, di tengah mahalnya pupuk non subsidi, dibagikannya pupuk NPK secara gratis ini sangat membantu meningkatkan produktivitas pertaniannya.

“Pupuk yang subsidi itu keluarnya susah kadang hampir mau panen belum keluar. Jadi terpaksa beli yang nonsubsidi dan itu mahalnya bukan main. Jadi alhamdulillah, terima kasih banyak Pak Bupati atas bantuan ini,” ungkap anggota Kelompok Tani Widodo tersebut.

Bagikan