Pengerjaan fisik 42 hunian sementara (huntara) untuk relokasi warga Desa Tumpuk, Kec. Sawoo, yang terdampak tanah longsor telah dimulai.
Menggunakan lahan Perhutani KPH Lawu Ds, pembangunan huntara telah dimulai sejak 9 november 2023 dan progres pengerjaannya sudah di atas 50 %.
Terkait dengan penggunaan lahan untuk huntara itu, Kang Bupati Sugiri selaku pemohon dan Perum Perhutani KPH Lawu Ds. selaku pemilik lahan meneken penandatanganan perjanjian kerjasama (PKS) di Rumah Dinas Bupati Ponorogo, Kamis (7/12/23).
Kalaksa BPBD Masun mengungkapkan bahwa PKS tersebut mengatur hak dan kewajiban kedua belah pihak dalam mengelola lahan tersebut.
Pihak Perhutani memiliki kewajiban menyerahkan lahannya untuk huntara dengan perjanjian awal 20 tahun, bisa diperpanjang secara berkala.
Sedangkan Kang Bupati Sugiri selaku pihak pemohon memiliki berbagai kewajiban yang telah dilakukan. Mulai dari membayar provisi sumber daya hutan (PSDH), membayar pajak bumi dan bangunan (PBB), hingga inventarisir tegakan, tebangan, sampai pengangkutan kayu akhir milik Perhutani.

“Itu semua sudah dilakukan dan PKS ini mengokohkan bahwa kita pemohon sudah berhak mengelola atau sudah berhak menggunakan kawasan hutan tadi, yang luasnya disepakati, diberi izin itu seluas 0,88 ha ada di Lungur Jati Desa Tumpuk,” ungkap Masun.
Adm. Perhutani KKPH Lawu Ds. Agus Ahmad Fadholi mengatakan, kerjasama ini dapat berjalan sesuai target berkat sinergi dan koordinasi yang baik dari berbagai pihak. Ia pun turut mendukung penuh upaya Pemkab Ponorogo dalam menyediakan pelayanan terbaik kepada masyarakatnya.
“Kolaborasi, sinergi lintas instansi ini luar biasa di Ponorogo. Prosesnya memang panjang tapi menurut saya ini cepat, dari Maret kita berproses, bentuk tim, rakor dan sebagainya sampai penandatanganan perjanjian hari ini. Ini wujud kita bersama dalam pelayanan masyarakat dan kami sangat mendukng upaya Pemkab Ponorogo,” ujarnya.
Kang Bupati Sugiri mengucapkan terima kasih atas peran dan kerja keras semua pihak dalam menyukseskan pembangunan Huntara ini. Ia berharap kerja sama Pemkab dan Perhutani tidak berhenti sampai disini, namun berlanjut di bidang lainnya.
“Masih banyak PR perhutani dengan kami. Kami selalu mohon kedua pihak untuk saling berangkulan, saling memahami. Terima kasih kepada Perhutani KPH Lawu Ds semoga terus semangat dan luar biasa,” ujarnya.