Rasa-rasanya Ponorogo tidak perlu takut kehabisan penembang macapat. Setiap Pemkab Ponorogo menggelar lomba tingkat pelajar selalu muncul para penembang muda dengan kualitas mumpuni.
Seperti pada “Lomba Nembang Macapat” yang digelar Pemkab Ponorogo dalam rangka Grebeg Suro 2024.
Berlangsung selama 2 hari (24-25 Juni 2024), lomba yang diikuti pelajar tingkat SD/sederajat, SMP/sederajat, serta SMA/sederajat itu dibuka langsung oleh Kang Bupati Sugiri Sancoko, Senin (24/6/24) di Aula Bappeda Litbang Ponorogo.
Kang Bupati Sugiri yang turut menikmati penampilan peserta tersebut mengaku takjub akan bakat mereka. Teknik vokal, nada, hingga artikulasi tembang mampu mereka suguhkan dengan indah.
“Ini luar biasa saya melihat dari dekat, kualitasnya dahsyat, suaranya bagus, artikulasinya jelas, sudah ada vibranya, memaknai kata-katanya sudah kelihatan,” ungkapnya.
Tak hanya mengasah bakat seni dan nguri-uri budaya, Kang Bupati berharap, peserta dapat memaknai tembang-tembang macapat dan menjadikannya ‘laku’ sehari-hari.

“Semoga tidak hanya sekedar nembang tetapi mampu menerjemahkannya. Sehingga melalui macapat anak-anak akan diasah seni. Mereka tak hanya pintar ngaji, budaya Jawanya juga akan terlihat dan terasah,” tambahnya.
Sementara itu, Ketua Panitia Sindu Parwoto dalam sambutannya mengatakan, lomba macapat ini diikuti 33 siswa SD, 48 siswa SMP dan 22 siswa SMA yang tersebar di seluruh wilayah Ponorogo. Mereka membawakan 1 tembang wajib yang ditentukan panitia dan 1 tembang pilihan.
Penampilan mereka akan dinilai 3 juri, berdasarkan kriteria suara atau titi laras, teknik vocal serta penampilan.
“Juara diambil 1,2,3 dan harapan 1,2,3 kategori putra dan putri. Sedangkan penghargaan untuk juara diberi tropy, sertifikat dan uang pembinaan,” jelasnya.