Lebih dari 90 atlet pembalap sepeda se-Jawa Timur mengikuti lomba Kejurprov MTB XCO (Mountain Bike Cross-Country) di Sirkuit MTB Blimbingan Desa Tajug, Kec. Siman, Ponorogo, Minggu (4/8/24).
Menempuh perjalanan 1,5 km di setiap putaran (lap), para atlet berlomba menaklukkan medan yang terjal dan berliku hingga mencapai garis finish.
Perlombaan memperebutkan medali Kejurprov MTB XCO itu terbagi dalam 8 kelas. Yaitu, women pra youth (4 lap), Man pra youth (6 lap, man youth (8 lap), women elite (8 lap, women junior (8 lap), women youth (5 lap), man junior (10 lap), dan Man elite (12 lap).
Selain Kejurprov, Fahrudin Ketua Umum ISSI Ponorogo menyebut, bahwa pada hari sebelumnya (3/8) digelar Kejurkab MTB XCO yang diikuti lebih dari 30 atlet berbakat Ponorogo.
Pada Kejurkab MTB XCO itu dibagi dalam beberapa kategori kelas pelajar. Mulai dari kelas 1, 2, 3 SD; kelas 4, 5, 6 SD; serta kelas 1, 2, 3 SMP.
Fahrudin mengatakan hadirnya perlombaan MTB XCO bertujuan mencetak dan menjaring para atlet berbakat, yang nantinya dapat mengikuti ajang serupa hingga tingkat nasional.
“Setiap yang ikut Kejurprov yang dapat podium 1, 2, 3 dapat poin poin itu nanti diakumulasi untuk menjadi starting list di kejurprov selanjutnya. Kita harapkan mereka jadi atlet bergengsi yang bersaing di tingkat provinsi atau nasional,” ungkapnya.
Kang Bupati Sugiri yang hadir pada acara tersebut mengungkapkan rasa bangga dan apresiasi atas digelarnya Kejurprov di Ponorogo.
Di samping mencetak atlet berbakat, ia meyakini melalui perlombaan sepeda dapat membentuk pribadi tangguh, jati diri yang kuat bahkan mampu menumbuhkan ekonomi.
“Sepeda menjadi harapan kami untuk menumbuhkan ekonomi, membentuk karakter pemuda yang mempunyai pribadi ketangguhan yang dahsyat dan itu mimpi kita bersama agar generasi ke depan berkarakter dan memiliki jati diri kuat,” terangnya.