Kang Bupati Sugiri Sancoko Saksi Sejarah Peran Pesantren Sabilil Muttaqien Bogem

Dirintis oleh Kiai Hasan Ulama’ pada tahun 1880 M dan mulai menerapkan sistem pembaharuan dari Pondok Pesantren menjadi Organisasi Pesantren Sabilil Muttaqien (PSM) pada tahun 1943 M, kini di usianya menginjak 81 tahun pondok pesantren yang berpusat di Takeran Magetan itu semakin banyak menjangkau lapisan masyarakat di banyak tempat.

Di Ponorogo PSM yang berpusat di Desa Bogem, Kecamatan Sampung, Kabupaten Ponorogo berkembang dengan baik. Sejak tahun 1950 an telah berkontribusi menanamkan nilai-nilai keislaman dan pendidikan kepada masyarakat.

Berasal dari Sampung, peran PSM di Ponorogo dipahami betul oleh Kang Bupati Sugiri Sancoko. Ia menjadi saksi besarnya kontribusi PSM di wilayah Ponorogo bagian barat melalui gerakan dakwah dan Pendidikan yang diusung. Baik melalui Pendidikan non formal maupun Pendidikan formal.

“Saya menjadi saksi dan melihat bagaimana keadaan masyarakat setelah adanya PSM di Ponorogo. Perannya luar biasa dalam mendidik masyarakat,” ucap Kang Bupati Sugiri Sancoko saat menghadiri HUT ke-79 PSM, Rabu (17/9/2024) di Desa Bogem, Kecamatan Sampung.

Sementara itu, Ketua Majelis Pimpinan Daerah (MPD) PSM Kabupaten Ponorogo KH. Duryatim menyampaikan dirintis tahun 1951, MPD PSM Ponorogo telah merintis dan membina 11 lembaga pendidikan.

Ia bersama dengan MPD PSM berkomitmen untuk menjaga dan mengembangkan tinggalan guru-gurunya. Sehingga diharapkannya semakin banyak melahirkan siswa yang mampu berkontribusi bagi bangsa dan negara.

“Madrasah di Bogem berdiri tahun 1951 dan sampai sekarang ada 11 lembaga, mulai dari PAUD, MI, MTs, dan di sini juga akan didirikan MAN 3 Ponorogo. Ini itu harus kita kawal bersama,” ucapnya.

Bagikan