Pasca Banjir, Pemkab Ponorogo Gerak Cepat Siapkan Penanganan Darurat dan Antisipasi Banjir Susulan

Pasca banjir yang menerjang 14 desa dan kelurahan di Kabupaten Ponorogo pada Senin (16/12/2024), Pemerintah Kabupaten Ponorogo langsung bergerak cepat dengan menyiapkan langkah-langkah penanganan darurat dan mencegah banjir susulan.

Kang Bupati Sugiri Sancoko dan Wakil Bupati Bunda Lisdyarita memimpin langsung rapat koordinasi lintas sektor di Ruang Bantarangin, Selasa (17/12/2024).

Rapat tersebut dihadiri Dandim 0802/Ponorogo, Kalaksa BPBD, Kepala Dinas DPUPKP, Kepala Dinas Sosial & P3A, perwakilan BBWS, Dinas Kesehatan, dan sejumlah pihak terkait.

Dalam rapat itu, Kang Bupati Sugiri menegaskan pentingnya sinergi semua pihak untuk mempercepat penanganan bencana dan mengantisipasi banjir susulan.

“Dalam rangka percepatan penanganan pasca bencana, saya nyuwun tulung semua pihak agar bergerak bersama. Saya sendiri akan berangkat ke Surabaya untuk mengikuti rapat koordinasi dan merumuskan langkah-langkah khusus ke depan,” ujar Kang Bupati.

Sementara itu, Masun selaku Kalaksa BPBD melaporkan bahwa banjir sudah mulai surut di sebagian besar wilayah terdampak. Para pengungsi yang sebelumnya menempati posko utama di Pendopo Ponorogo juga telah kembali ke rumah masing-masing.

Namun, intensitas hujan yang diperkirakan masih tinggi membuat Pemkab Ponorogo bersama BBWS fokus menangani tanggul jebol yang menjadi penyebab meluapnya sungai.

“BBWS melaporkan ada 9 titik tanggul jebol, 2 di antaranya cukup parah, yaitu di wilayah Keyang yang berdampak luas ke Desa Josari dan pusat kota. Saat ini, kami prioritaskan penutupan tanggul dengan bahan darurat seperti sand bag, bronjong, dan gedeg agar tidak ada luapan besar saat hujan turun lagi,” terang Masun.

Penanganan tanggul jebol pun dilakukan secara bertahap. Kepala Dinas DPUPKP, Jamus Kunto, menyebut upaya jangka pendek dilakukan dengan penanganan darurat, sementara perbaikan permanen akan segera menyusul.

“Sesuai instruksi BNPB, kami akan memanfaatkan dana siap pakai untuk memperbaiki struktur tanggul secara permanen di tahap kedua,” jelasnya.

Di sisi lain, kebutuhan logistik bagi warga terdampak masih menjadi perhatian utama. Kepala Dinas Sosial dan P3A menyatakan bahwa pasokan bantuan logistik terus disalurkan.

Dapur umum milik Dinsos dan TP-PKK juga tetap beroperasi untuk mendistribusikan makanan ke titik-titik terdampak.

“Untuk kebutuhan konsumsi masih kita suplai karena bahan makanan mereka tidak punya, juga sampai saat ini di beberapa titik masih proses pembersihan rumah,” terangnya.

Bagikan