Perbaikan Tanggul dan Operasi Modifikasi Cuaca untuk Antisipasi Banjir Berulang

Pemerintah bergerak cepat menyikapi bencana banjir yang merendam 14 desa di 7 kecamatan di Ponorogo akibat curah hujan ekstrem dan jebolnya tanggul.

Sejumlah langkah antisipasi telah disiapkan untuk mencegah kejadian serupa, mengingat cuaca ekstrem diprediksi berlangsung hingga Januari 2025.

Pj Gubernur Jawa Timur, Adhy Karyono, mengatakan perbaikan tanggul akan segera dilakukan begitu kondisi memungkinkan.

“Dinas PU Sumber Daya Air Jatim sudah siap untuk memperbaiki tanggul yang rusak. Namun belum bisa dilakukan sekarang mengingat air masih tinggi. Kami berharap malam ini bisa dimulai perbaikan,” ujarnya saat meninjau lokasi banjir bersama Kang Bupati Sugiri Sancoko, Senin (16/12/2024).

Selain perbaikan infrastruktur, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) juga mengupayakan teknologi modifikasi cuaca untuk mengurangi intensitas hujan deras.

Kepala BNPB, Letjen TNI Suharyanto, menjelaskan bahwa teknologi ini bukan untuk menghilangkan hujan sepenuhnya, melainkan mengurangi debit air yang berpotensi memicu banjir.

“Teknologi ini tidak menghilangkan hujan, tapi mengurangi debit air yang terlalu deras,” tegasnya.

Dalam kesempatan yang sama, Suharyanto juga memastikan pemerintah pusat siap memberikan bantuan perbaikan rumah bagi warga terdampak banjir.

“Nanti bisa diajukan berjenjang. Ada tim yang akan menilai jika memenuhi persyaratan rusak ringan, sedang, atau berat, bisa diajukan permintaan perbaikan,” jelasnya.

Sebelumnya Kang Bupati Sugiri Sancoko telah menetapkan status tanggap darurat bencana banjir untuk mempercepat penanganan bencana.

Evakuasi warga terdampak sudah dilakukan sejak Minggu malam di bawah komando langsung Kang Bupati Sugiri Sancoko.

Para pengungsi sementara ditempatkan di berbagai lokasi aman, termasuk Pendopo Agung Kabupaten Ponorogo.

“Tadi malam sudah mulai dievakuasi. Kita fokuskan di pendopo agar penanganannya lebih cepat” ujar Kang Bupati Sugiri Sancoko, Senin (16/12/2024).

Untuk memastikan logistik terpenuhi, sejumlah dapur umum telah didirikan. Bantuan makanan, air bersih, dan kebutuhan pokok menjadi prioritas di tengah situasi darurat i

Bagikan