Tepat bila program Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Airlangga (Unair) memilih fokus kegiatan optimalisasi Integrasi Layanan Primer (ILP) bagi 235 mahasiswanya yang menjalankan program Praktik Kerja Lapangan (PKL) di Ponorogo, 2-31 Januari 2025.
Karena sejak 2024 lalu, 31 puskesmas di Kota Reog sudah menerapkan program transformasi sistem kesehatan yang diusung Kementerian Kesehatan tersebut.
Mahasiswa bisa belajar sekaligus membantu menguatkan penerapan program yang mengintegrasikan layanan kesehatan primer berbasis siklus hidup di tingkat puskesmas, pustu, dan posyandu keluarga itu.
Sebelum menyebar ke lokasi praktek di Kecamatan Babadan dan Kecamatan Kauman, mereka diterima langsung oleh Kang Bupati Sugiri Sancoko, di Pendopo Agung Kabupaten Ponorogo, Kamis (02/01/25).
Kang Bupati berharap dengan modal ilmu yang dipelajari di bangku kuliah, mereka mampu berperan maksimal meningkatkan pola hidup sehat di masyarakat.

“Ini kan penting untuk mengakselerasi, misal promotif dan preventif. Bagaimana pola hidup sehat, deteksi dini termasuk lokusnya pada ILP. Di Ponorogo hampir setiap desa sudah melakukan ILP dan di support kampus biar menjadi bagus,” ungkapnya.
Meski fokus PKL berbeda dari tahun 2024, bukan berarti apa yang dikerjakan mahasiswa PKL sebelumnya terputus.
Koordinator PKL, Damai Arum Pratiwi, mengatakan selain optimalisasi IPL, mahasiswa juga bakal menindaklanjuti hasil PKL tahun sebelumnya.
“Dengan PKL sebelumnya lokasinya sama. Pada PKL pertama fokusnya AKI, AKB, penyakit menular dan tidak menular. Kali ini fokusnya pada optimalisasi integrasi layanan primer. Ini sustainable, sehingga masyarakat betul-betul merasakan dampaknya dan mahasiswa kami juga bisa melakukan follow up dari PKL kemarin,” terangnya.