Monumen Reog dan Museum Peradaban Ponorogo diharapkan menjadi katalis bagi berkembangnya wisata penyangga.
Desa Pohijo Kecamatan Sampung salah satu yang mulai mempersiapkan diri menjadi wisata penyangga MRMP dengan memanfaatkan potensi lokalnya.
Salah satu produknya paket menginap di Desa Pohijo kecamatan sampung selama 2 hari 1 malam yang dilaunching Wakil Bupati Bunda Lisdyarita, 26 Januari 2025.
Paket wisata ini memiliki konsep wisata edukasi berbasis kearifan lokal, yang melibatkan dan memberdayakan masyarakat setempat, termasuk petani, peternak, dan pelaku UMKM.
Dengan konsep itu, wisatawan tidak hanya menikmati menginap di homestay, tetapi juga berinteraksi langsung dengan kehidupan masyarakat setempat melalui berbagai kegiatan edukatif.

Seperti jalan-jalan ke Umbul Gemblung, memetik bahan makanan langsung dari kebun, memanen lele, memanen telur ayam, hingga memasak bersama masyarakat setempat.
Selain itu, wisatawan juga dapat menyaksikan seni Reog yang dipentaskan oleh siswa sekolah setempat.
Bunda Lisdyarita yang juga turut menginap dan mengikuti rangkaian paket wisata berharap Desa Pohijo mampu menjadi destinasi yang mandiri serta menciptakan ekosistem wisata yang kuat dan saling terhubung dengan Monumen Reog.
“Kami berusaha agar masyarakat Pohijo bisa ikut serta dalam pengembangan pariwisata. Ketika monument Reog selesai dibangun, wisatawan akan datang,” ucapnya.
Dengan dukungan dari semua stakeholder desa, ia yakin dapat menarik wisatawan serta memberikan dampak positif bagi perekonomian dan pemberdayaan masyarakat setempat.
“Semua masyarakat memiliki peran penting di sini, keramahannya serta kualitas produk yang dihasilkan harus kita jaga. Harapan kami ketika wisatawan datang, mereka ingin kembali lagi,” tandasnya.