PEMERINTAH Kabupaten Ponorogo resmi menerima rekomendasi atas Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Bupati Tahun Anggaran 2024 dari tim panitia khusus (pansus) DPRD.
Penyerahan rekomendasi tersebut berlangsung dalam Rapat Paripurna DPRD Ponorogo di Aula Bappeda Litbang Ponorogo, Senin (28/4/2025), dan diterima langsung oleh Wakil Bupati Ponorogo, Bunda Lisdyarita.
Dalam kesempatan tersebut, Wakil Bupati Bunda Lisdyarita menyampaikan apresiasinya atas rekomendasi dan catatan strategis yang diberikan.
Ia menegaskan, Pemerintah Kabupaten Ponorogo siap menindaklanjuti seluruh masukan DPRD sebagai bagian dari upaya memperkuat sinergi antara eksekutif dan legislatif dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang lebih baik.
“Masukan, saran, maupun kritik yang sifatnya konstruktif sebagai bentuk check and balances DPRD kepada Kepala Daerah yang mencerminkan mitra sejajar dalam penyelenggaraan pemerintahan daerah, yang berjalan harmonis, berseiring, dan sejalan dalam proses pembangunan daerah, serta dalam mengatasi berbagai persoalan krusial masyarakat Ponorogo secara menyeluruh,” ungkapnya.
Ia menambahkan, seluruh rekomendasi akan dijadikan acuan dalam perbaikan kinerja penyelenggaraan pemerintahan pada tahun 2025 dan tahun-tahun mendatang.
“Kami berkomitmen menindaklanjuti seluruh rekomendasi sebagai bahan evaluasi dan perbaikan, untuk meningkatkan capaian kinerja secara signifikan dan berkualitas demi membangun Ponorogo yang lebih Hebat,” tegasnya.
Sementara itu, Ketua DPRD Ponorogo, Dwi Agus Prayitno, mengungkapkan bahwa rekomendasi dan catatan strategis yang diberikan merupakan hasil kajian mendalam tim pansus DPRD.
Ia berharap, melalui rekomendasi tersebut, kinerja pemerintah daerah dapat semakin disempurnakan di masa yang akan datang.
Beberapa poin penting dalam rekomendasi DPRD meliputi penguatan ekonomi desa, pemberdayaan UMKM, dorongan terhadap inovasi digital, serta optimalisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui pemanfaatan aset daerah, pengembangan potensi wisata, dan pelestarian kekayaan budaya lokal.
“Ada beberapa catatan yang kami sampaikan untuk meningkatkan kinerja ke depan. Salah satunya terkait optimalisasi PAD. Meskipun sudah terjadi peningkatan, mengingat bupati menargetkan PAD sebesar Rp1 triliun dalam lima tahun ke depan, maka perlu ada upaya lebih serius dalam pemanfaatan aset daerah, destinasi wisata, dan budaya,” jelas Dwi Agus.