DUA puluh dua tahun sudah berlalu sejak wafatnya KH Hasyim Soleh, pendiri Pondok Pesantren Darul Huda Mayak, namun masih jelas teringat hari berkabung itu.
Warisan perjuangannya mulai dari Pondok Pesantren hingga Simaan Rabu Pahing Mantab masih terjaga hingga saat ini, bukti betapa ajaran dan semangatnya masih hidup dalam hati umat.
Untuk mengenang, mendoakan, sekaligus menjaga spirit perjuangan KH Hasyim Soleh, keluarga besar Pondok Pesantren Darul Mayak, menggelar “Haul Akbar ke-22 Muasis Almagfurlah KH Hasyim Sholeh, Rabu (16/4/2025).
Kang Bupati Sugiri Sancoko, Wakil Bupati Bunda Lisdyarita, dan jajaran Forkopimda Kabupaten Ponorogo hadir di tengah-tengah santri, alumni, dan pecintanya, turut mendoakan Almaghfurlah.
Kang Bupati mengenang perjuangan dan kasih sayang KH Hasyim Soleh terhadap umat. Tidak heran bila warisannya tidak hanya bertahan, namun semakin berkembang “memayungi” umat, khusunya Ponorogo.
“KH Hasyim Sholeh merupakan kiai yang sangat menyayangi umat dan ibu saya mertua hajinya dibimbing oleh Romo kiai. Saat ini dilanjutkan oleh putra-putra beliau yang hebat sehingga Darul Huda Mayak semakin besar, mengajari kami bagaimana hidup yang baik untuk bekal hidup di dunia hingga akhirat,” ucapnya.
Ia pun berharap pesantren Darul Huda Mayak terus mendapat kepercayaan dari masyarakat dan melahirkan generasi penerus yang tidak hanya unggul dalam pengetahuan, tetapi juga dalam akhlak.
“Semoga semakin banyak jebolan dari Mayak, sehingga semakin banyak pula anak-anak kami yang tidak hanya hebat SDM-nya, namun akhlaknya hebat,” ucapnya.