Rencana pengembangan wisata religi Bukit Khotmil Quran terus dimatangkan oleh Bupati Ponorogo, Sugiri Sancoko.
Gagasan ini disampaikan langsung oleh Kang Bupati kepada para penghafal Al-Qur’an yang tergabung dalam Jam’iyatul Qurro’ Wal Huffazh Nahdlatul Ulama (JQHNU) saat acara halal bihalal dan pembukaan Rapat Kerja Cabang (Rakercab) II PC JQHNU Ponorogo, Senin (12/5/2025), di Kantor PCNU Ponorogo.
Dalam pemaparannya, Kang Bupati menjelaskan bahwa Bukit Khotmil Quran yang direncanakan akan dibangun di Bukit Pringgitan ini akan menjadi destinasi wisata religi dan edukasi berbasis alam terbuka. Konsep utamanya adalah tetap mempertahankan bentuk asli bukit tanpa merusak ekosistem alaminya.
Keunikan dari Bukit Khotmil Quran terletak pada penyusunan teks Al-Qur’an dari Juz 1 hingga Juz 30 yang akan ditulis di atas lempengan tembaga.
Lempengan ini nantinya akan dipasang secara bertahap di sepanjang jalur pendakian menuju puncak, memberikan pengalaman spiritual sekaligus edukatif bagi para pengunjung, membaca lembar demi lembar ayat suci secara fisik dan batin.
“Di puncak ada Juz 30. Di puncak itulah khotmil Quran digelar, sembari menikmati keindahan langit malam,” jelas Kang Bupati.
Di bukit ini juga akan dilengkapi dengan fasilitas dan sarana – prasarana pendukungnya lainnya, seperti surau, taman bermain, hingga tempat outbound.
Ia juga menyampaikan harapannya agar tempat ini bisa menjadi destinasi menarik bagi generasi muda, terutama mereka yang menyukai aktivitas luar ruang seperti hiking, camping, atau kegiatan kepramukaan.
“Saya ingin anak muda yang suka hiking, camping, atau pramuka, bisa lebih semangat membaca Al-Qur’an. Kalau di rumah kadang merasa bosan, tapi kalau sambil outbond, jalan, istirahat, lalu ngaji, itu bisa jadi pengalaman yang keren,” ujarnya.