Tegalsari Bersholawat Tutup Rangkaian Haul ke-278 Kiai Ageng Muhammad Besari

Menyebut Ponorogo sebagai kota santri, tidak bisa dipisahkan dari nama besar Kiai Ageng Muhammad Besari dan pesantren Gebang Tinatar yang didirikannya. Dari sinilah mata air sejarah pesantren tidak hanya di Ponorogo namun nusantara berasal.

Untuk mengenang jasa dan warisannya, rangkaian Haul ke-278 Kiai Ageng Muhammad Besari digelar sejak 7 April 2025 melalui Kegiatan religi dan budaya seperti manggulan, manaqib qubro, simaan Al-Qur’an, tahlil qubro, ambengan, hingga kirab budaya Tegalsari.

Puncaknya digelar Tegalsari Bersholawat bersama Gus Firman Ahsani dan Grup Hadroh Ahbabul Mustofa serta pengajian akbar dari Gus Bahru Ulwan, Sabtu (10/5/2025), di Komplek Masjid Jami’ Tegalsari, Kecamatan Jetis.

Wakil Bupati Bunda Lisdyarita, hadir langsung dan turut bersholawat bersama ribuan jamaah, menyampaikan pujian-pujian indah kepada Sang Nabi dengan khidmat.

Dalam sambutannya, ia menegaskan pentingnya menjaga dan meneruskan semangat perjuangan para ulama, khususnya Kiai Ageng Muhammad Besari.

Meski Kiai Ageng Muhammad Besari sudah tiada lama, namun spirit perjuangannya dan para pendahulu Tegalsari harus tetap dijaga sampai kapanpun.

Spirit dan ajaran itu merupakan peninggalan paling penting yang dapat digunakan generasi saat ini dan yang akan datang dalam membangun dan mengukir sejarah bagi Ponorogo ke depan.

“Semoga kita mampu meneladani beliau, mampu meneruskan perjuangan beliau, untuk membangun Ponorogo lebih Hebat,” pesannya.

Bagikan