PONOROGO – Bukan Ponorogo namanya jika tidak menyelipkan unsur budaya dalam setiap gelaran acara. Begitu pula dengan Ring Tarkam 3, yang akan digelar pada 25–26 Juli 2025.
Ajang bertajuk “Tinjunya Anak Kampus” tersebut dibuka dengan pagelaran, Reog Gembong Tengah Kutho, yang menyatukan para seniman dan grup reog dari Kecamatan Ponorogo, Kamis (24/7/2025), di Jalan Alun-Alun Utara Ponorogo.
Sebanyak 25 Dadak Merak, 21 Bujang Ganong, dan 42 penari Jathil menghangatkan suasana bahkan sebelum laga aju jotos digelar.
Tak hanya suguhan budaya, Kang Bupati Sugiri Sancoko menyerahkan penadon dan blangkon gadung melati kepada para petinju sebagai bentuk penghormatan dan simbol semangat khas Bumi Reog.

Ring Tarkam 3 menghadirkan pertarungan seru antar petinju muda dari lingkungan perguruan tinggi. Selain laga dari kategori mahasiswa, ajang ini juga akan menampilkan enam pertandingan profesional, termasuk satu laga bergengsi perebutan gelar WBC Asia Silver Bantamweight Title.
Laga-laga tersebut di antaranya Adam Frey vs Rivo Rangikung, Satria Mahathir vs Kunans, Fikhi Setya Agung vs Eky Drago, Andika “The Golden Boy” vs KK Sam, Leonardo Yordan vs Ahmad Lahizab, Hisar Mawan vs Chonlathee.
Panasnya laga bakal semakin lengkap dengan kehadiran para legenda tinju nasional seperti Elias Pical, Chris John, dan Daud Yordan yang dijadwalkan hadir menyaksikan langsung jalannya pertandingan dari pinggir ring.
Di hadapan para atlet dan penonton, Kang Bupati menegaskan bahwa Ring Tarkam bukan hanya arena bertanding aju jotos semata, melainkan panggung kebangkitan tinju dari akar rumput.
“Bukan soal siapa juara, tapi bagaimana dunia tinju bisa bangkit lagi, dari desa-desa, dari kampus-kampus,” ujarnya.
Ia juga menekankan bahwa ajang ini digelar murni atas swadaya tanpa campur tangan anggaran negara.
“Kami tidak cawe-cawe sama sekali, tidak menggunakan anggaran negara sama sekali,” tegasnya.